Menuju konten utama

Gandeng FOI, TikTok Salurkan 80 Ribu Paket Makanan Bergizi

Melalui inisiatif Makan dengan Makan, TikTok Indonesia menyalurkan donasi Rp3,2 miliar untuk edukasi gizi seimbang serta distribusi 80 ribu makanan bergizi.

Gandeng FOI, TikTok Salurkan 80 Ribu Paket Makanan Bergizi
TikTok meluncurkan inisiatif "Makan dengan Makna" pada Kamis (9/7/2026) di Jakarta. FOTO/TikTok Indonesia
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Platform video singkat TikTok Indonesia resmi meluncurkan inisiatif "Makan dengan Makna" sebagai langkah strategis mendukung visi Indonesia Emas 2045. Program adalah upaya mendorong produktivitas masyarakat dengan memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia melalui edukasi gizi seimbang.

Dalam peluncuran yang digelar di Jakarta pada Kamis (9/7/2026), TikTok Indonesia mengumumkan komitmennya berupa donasi senilai USD 200.000 (sekitar Rp3,2 miliar) yang disalurkan melalui organisasi nirlaba Foodbank of Indonesia (FOI). Dana tersebut dialokasikan untuk mendistribusikan lebih dari 80.000 makanan bergizi bagi kelompok masyarakat rentan di berbagai wilayah Indonesia.

Head of Public Policy TikTok Indonesia, Noudhy Valdryno, menyatakan bahwa platformnya ingin memanfaatkan kekuatan discovery (penemuan) untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang relevan dengan keseharian.

"Kami ingin memanfaatkan kekuatan discovery di TikTok bersama kreator dan komunitas untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang lebih dekat dengan keseharian mereka," ujar Valdryno dalam sambutannya di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Ia menambahkan bahwa perubahan perilaku yang besar kerap kali dimulai dari langkah-langkah yang sederhana, seperti mencoba satu resep sehat atau terinspirasi oleh konten edukatif.

"Harapannya sederhana, agar semakin banyak masyarakat menyadari bahwa pola makan sehat tidak selalu rumit dan mahal. Justru banyak pilihan bergizi yang berasal dari bahan pangan lokal yang dekat dengan keseharian kita," tambahnya.

Inisiatif "Makan dengan Makna" sendiri merupakan adaptasi lokal dari kampanye global bertajuk The Main Ingredient yang sebelumnya telah sukses diluncurkan di Brazil pada tahun lalu. Di Indonesia, program ini difokuskan pada pemanfaatan kekayaan bahan pangan lokal yang seringkali dianggap rumit atau mahal untuk diolah menjadi hidangan sehat.

Sinergi Kebijakan Kesehatan Publik

Langkah kolaboratif ini dinilai sangat sejalan dengan program prioritas yang tengah digalakkan oleh pemerintah, antara lain pedoman gizi seimbang "Isi Piringku" serta gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Melalui jangkauan media sosial yang masif, TikTok ini diharapkan mampu melengkapi sarana edukasi konvensional guna menekan angka masalah gizi di tanah air

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang hadir dalam peluncuran tersebut, memberikan apresiasi dan meminta meminta agar konten kesehatan tidak lagi dipandang sebagai hal yang membosankan.

Ia mendorong para TikToker untuk mengubah stigma makan sehat menjadi sebuah tren yang memicu FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan anak muda

"Tolong bantu saya bikin konten gimana cara makan yang baik. Makan yang tidak berlebihan. Makan yang gulanya rendah, garamnya rendah, lemaknya rendah," pintanya kepada para kreator TikTok.

Argumen tersebut didasari oleh realitas ketatnya jendela waktu (window of opportunity) yang dimiliki Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).

Budi memaparkan bahwa untuk menjadi negara maju pada tahun 2045, pendapatan per kapita Indonesia harus melompat dari kisaran USD 5.000 saat ini menuju di atas USD 14.000. Momentum krusial ini hanya bisa dicapai apabila populasi usia produktif berada dalam kondisi prima, sehat, dan pintar.

"Jika kita gagal memanfaatkan momentum ini dalam 5 hingga 10 tahun ke depan karena usia produktif kita tidak sehat dan tidak produktif akibat penyakit kronis, maka Indonesia akan terjebak sebagai negara berkembang selamanya,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Tim Media Service

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Tim Media Service
Editor: Tim Media Service