Menuju konten utama

Filipina Terapkan Aturan 4 Hari Kerja Buntut Perang Iran vs AS

Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah Filipina mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga bahan bakar.

Filipina Terapkan Aturan 4 Hari Kerja Buntut Perang Iran vs AS
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menyampaikan sambutannya dalam upacara penutupan KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (28/10/2025). ANTARA FOTO/Cahya Sari/app/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan kantor-kantor pemerintah untuk sementara menerapkan sistem empat hari kerja mulai 9 Maret 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah pemerintah mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga bahan bakar akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Marcos mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari serangkaian upaya yang lebih luas untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan listrik di lingkungan pemerintahan.

“Dari pihak pemerintah, mulai Senin, 9 Maret, kami akan sementara menerapkan pekan kerja empat hari di beberapa kantor cabang eksekutif. Kebijakan ini tidak berlaku bagi lembaga yang memberikan layanan darurat atau layanan penting, seperti polisi, pemadam kebakaran, dan kantor yang menyediakan layanan publik garis depan,” kata Marcos pada Jumat (6/3/2026), dikutip Tirto dari media Filipina The Inquirer, Minggu (8/3/2026).

Selain menerapkan pekan kerja empat hari, pemerintah juga mengumumkan sejumlah langkah penghematan energi. Lembaga-lembaga pemerintah diperintahkan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan listrik sebesar 10 hingga 20 persen.

“Selain itu, saya mengarahkan semua lembaga pemerintah untuk menghemat serta mengurangi konsumsi listrik dan pengeluaran bahan bakar minyak sebesar 10 hingga 20 persen,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kebijakan penghematan, Marcos juga melarang study tour pemerintah, kegiatan team-building, serta rapat tatap muka yang sebenarnya dapat dilakukan secara daring.

Meski demikian, penerapan pekan kerja empat hari hanya berlaku bagi sebagian kantor pemerintah. Lembaga yang menyediakan layanan darurat dan esensial seperti kepolisian, pemadam kebakaran, serta kantor layanan publik garis depan tidak termasuk dalam kebijakan tersebut.

“Kami adalah korban dari perang yang bukan pilihan kami,” kata Marcos, Jumat (6/3/2026), dikutip dari media Filipina Philstar.com, Minggu (8/3/2026).

Melansir laporan Philstar.com dan Agence France-Presse, Marcos mengatakan kebijakan tersebut bersifat sementara, meski belum ada kepastian mengenai kapan kebijakan itu akan berakhir.

Ia juga memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz—jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak dunia—dapat menyebabkan lonjakan tajam harga bahan bakar domestik. Menurutnya, harga bahan bakar di pompa bisa naik pada pekan depan hingga 7,48 peso per liter untuk bensin, 17,28 peso untuk solar, dan 32,35 peso untuk minyak tanah, jika selat tersebut benar-benar ditutup.

Marcos juga mendesak Kongres Filipina untuk memberinya kewenangan menurunkan pajak cukai produk minyak bumi jika harga minyak mentah global melampaui 80 dolar AS per barel.

Selain itu, ia meminta perubahan pada undang-undang biofuel negara tersebut agar memungkinkan penggunaan bioetanol yang lebih murah dalam campuran produk minyak bumi.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama