Menuju konten utama

Trump Tolak Bantuan Dua Armada Kapal Induk dari Inggris

Hubungan AS dan Inggris diduga renggang usai pernyataan Trump yang menolak tawaran bantuan berupa kapal induk untuk menyerang Iran. Apa penyebabnya?

Trump Tolak Bantuan Dua Armada Kapal Induk dari Inggris
Mantan Presiden Donald Trump berjalan untuk berbicara dengan wartawan sebelum berangkat dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, Kamis, 24 Agustus 2023, di Atlanta. (Foto AP/Alex Brandon)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tawaran bantuan dua kapal induk dari Inggris untuk mendukung perang melawan Iran. Pada Sabtu (7/3/2026), Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan dukungan militer tambahan dari London untuk memenangkan konflik tersebut.

Penolakan itu memicu sorotan terhadap hubungan Trump dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang belakangan dinilai memburuk. Ia bahkan menuding kebijakan pemerintah Inggris telah merusak hubungan dekat yang selama ini terjalin antara kedua negara. Kritik itu muncul setelah London sebelumnya memblokir penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat untuk melancarkan serangan awal terhadap Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan bahwa ia “akan mengingat” minimnya dukungan Inggris selama perang berlangsung.

“Inggris Raya, sekutu besar kita dulu—mungkin yang terbesar dari semuanya—akhirnya sedang mempertimbangkan secara serius untuk mengirim dua kapal induk ke Timur Tengah,” tulis Trump dilansir dari Reuters.

“Tidak apa-apa, Perdana Menteri Starmer, kami tidak membutuhkannya lagi—tetapi kami akan mengingatnya. Kami tidak membutuhkan pihak yang bergabung dalam perang setelah kami sudah menang,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu mengonfirmasi bahwa mereka tengah menyiapkan kapal induk HMS Prince of Wales untuk kemungkinan penempatan ke Timur Tengah. Meski demikian, seorang pejabat Inggris mengatakan bahwa belum ada keputusan final apakah kapal induk tersebut benar-benar akan dikerahkan ke kawasan tersebut.

Starmer sebelumnya membela keputusannya yang tidak mengizinkan pasukan AS menggunakan pangkalan Inggris untuk mendukung serangan awal terhadap Iran. Ia menyatakan perlu memastikan bahwa setiap tindakan militer dilakukan secara legal dan direncanakan dengan matang.

Belakangan, pemerintah Inggris memberikan izin kepada militer AS untuk menggunakan pangkalan tersebut dalam operasi yang disebut Starmer sebagai serangan defensif terhadap rudal Iran yang berada di depot penyimpanan atau peluncur.

Hubungan kedua pemimpin juga sempat memanas awal tahun ini ketika Starmer mengkritik keinginan Trump untuk membeli wilayah Greenland. Starmer juga menilai komentar Trump yang menyebut pasukan Eropa menghindari pertempuran garis depan dalam perang di Afghanistan sebagai pernyataan yang “terus terang sangat memalukan.”

Baca juga artikel terkait PERANG IRAN ISRAEL atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Rina Nurjanah