Menuju konten utama
Berita Internasional Terkini

Fakta-fakta Negara Ukraina: Profil, Sejarah & Konflik dengan Rusia

Berikut adalah sejarah berdirinya negara Ukraina, termasuk soal awal mula konflik dengan Rusia.

Fakta-fakta Negara Ukraina: Profil, Sejarah & Konflik dengan Rusia
Ukraina. foto/istockphoto

tirto.id - Ukraina sedang dilanda konflik dengan Rusia. Bahkan, berdasarkan pemberitaan baru-baru ini, Presiden AS Joe Biden mengatakan, dia yakin kalau dalam beberapa hari lagi, Rusia akan menginvasi Ukraina.

Ukraina memiliki wilayah yang berbatasan dengan Rusia dan Uni Eropa. Dulunya, Ukraina adalah bekas bagian dari republik Uni Soviet. Dalam sejarahnya, Ukraina memiliki ikatan sosial budaya yang kuat dengan Rusia. Bahkan, bahasa Rusia pun dipakai secara luas di Ukraina.

Kendati demikian, Ukraina tetap menolak kalau mereka adalah satu bagian dari peradaban Rusia, seperti yang sering disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin berulang kali. Lantas bagaimana sejarah Ukraina?

Sejarah dan Profil Negara Ukraina

Seperti dikutip laman Britannica, wilayah Ukraina terletak di Eropa timur. Ia adalah negara terbesar kedua setelah Rusia di benua itu. Ibukota Ukraina adalah Kyiv yang terletak di Sungai Dnieper di utara-tengah Ukraina.

Saat ini, Presiden Ukraina bernama Volodymyr Zelensky. Sebelum memegang posisi itu, ia dikenal sebagai komedian.

Ukraina baru sepenuhnya merdeka pada akhir abad ke-20. Tetapi, jauh sebelum itu, Ukraina pernah mengalami periode kemerdekaan yang singkat selama dua tahun, tepatnya 1918-1920.

Akan tetapi, selama periode dua Perang Dunia, sebagian wilayah Ukraina diperintah oleh Polandia, Rumania dan Cekoslowakia.

Ukraina

Ukraina. foto/istockphoto

Setelah itu, mereka menjadi bagian dari Uni Soviet. Kala itu, Ukraina memakai nama Republik Sosialis Soviet Ukraina (RSS). Ketika Uni Soviet runtuh pada tahun 1990-1991, Ukraina menyatakan kedaulatannya pada 16 Juli 1990.

Setelah Uni Soviet bubar pada Desember 1991, Ukraina memperoleh kemerdekaan secara penuh. Negara itu akhirnya mengubah nama resminya menjadi Ukraina.

BBC menuliskan, Ukraina adalah tanah dataran pertanian yang luas dan subur. Pada tahun 2014, masyarakat Ukraina melakukan pemberontakan terhadap Presiden Viktor Yanukovych yang dianggap pro-Rusia. Hal itu yang membuat pemerintah menjadi condong ke Barat.

Infografik SC Ukraina

Infografik SC Ukraina. tirto.id/Fuad

Akan tetapi, Rusia memakai kesempatan itu untuk mencaplok semenanjung Krimea dan menyuplai senjata kepada kelompok pemberontak untuk menduduki bagian timur industri Ukraina.

Cerita versi panjangnya, seperti dilaporkan CNN, konflik dua negara bekas Uni Soviet itu mulai meningkat pada akhir 2013, terlebih usai munculnya kesepakatan politik dan perdagangan penting dengan Uni Eropa. Setahun setelahnya, tepat pada tahun 2014, muncul revolusi di Ukraina.

Unjuk rasa itu terjadi selama berbulan-bulan dan berhasil menggulingkan presiden Ukraina yang pro-Rusia bernama Viktor Yanukovych. Kekosongan kekuasaan ini dimanfaatkan Presiden Putin untuk mengambil alih wilayah Krimea, itu adalah semenanjung otonom di Ukraina.

Putin juga mendukung pemberontak di provinsi tenggara Donetsk dan Luhansk. Akhirnya, ribuan tentara berbahasa Rusia yang diakui oleh Moskow membanjiri semenanjung Krimea.

Dalam beberapa hari, Rusia menyelesaikan pencaplokannya dalam referendum yang dikecam oleh Ukraina dan sebagian besar dunia. Mereka menganggap itu sebagai tindakan yang tidak sah.

Baca juga artikel terkait UKRAINA atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Politik
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya