tirto.id - Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan Alwi Shihab menyampaikan hasil diskusi dengan Presiden Prabowo Subianto terkait keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian untuk Gaza atau Board of Peace (BoP). Hal ini disampaikan usai pertemuan sejumlah eks Menlu dan Wamenlu dengan presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Pertemuan yang juga dihadiri akademisi hingga Komisi I DPR tersebut membahas diplomasi Indonesia dalam upaya penyelesaian konflik Palestina.
Hassan, Menlu pada tahun 2001-2009, mengatakan kontribusi Indonesia dalam Board of Peace merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina. Ia menegaskan rencana iuran Indonesia belum diputuskan secara teknis, namun orientasinya diklaim untuk kepentingan kemanusiaan rakyat Palestina.
“Wujud sumbangan kita adalah nanti untuk bagaimana membantu rakyat Palestina di Gaza. Karena dengan sumbangan itu juga [jadi] wujud nyata dari kepedulian kita terhadap penderitaan rakyat Palestina,” kata Hassan kepada awak media.
Hassan menjelaskan, keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace telah melalui proses konsultasi dengan negara-negara Islam atau negara berpenduduk mayoritas Islam.
Menurut dia, ada delapan negara Islam yang menjadi kekuatan penyeimbang dalam pengambilan keputusan di dalam Board of Peace.
“Delapan negara ini dapat menjadi kekuatan penyeimbang di dalam Board of Peace, termasuk keputusan-keputusan yang akan diambil oleh badan ini,” ujarnya.
Ia juga menilai keterlibatan Indonesia dalam proses perdamaian di luar kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bukan hal baru dalam sejarah diplomasi internasional maupun pengalaman Indonesia sendiri.
Hassan menyebut Indonesia tetap memiliki kedaulatan untuk menentukan kelanjutan keterlibatannya dalam Board of Peace.
Sementara itu, mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab mengatakan Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak pernah berubah.
Indonesia, kata dia, tetap berpegang pada solusi dua negara bagi Palestina.
“Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution,” kata Alwi.
Alwi menambahkan, Presiden Prabowo juga menegaskan Indonesia dapat keluar dari Board of Peaceapabila prosesnya tidak sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia.
“Keikutsertaan Indonesia tidak lain adalah komitmen untuk membela Palestina dan menginginkan adanya penyelesaian yang adil bagi Palestina,” ujarnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id


































