Menuju konten utama

Prabowo Undang Eks Menlu & DPR ke Istana Bahas Board of Peace

Prabowo menerima jajaran Kemenlu, mantan Menlu dan Wakil Menlu, serta perwakilan lembaga pemikir untuk diskusi soal perkembangan geopolitik terkini.

Prabowo Undang Eks Menlu & DPR ke Istana Bahas Board of Peace
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) menyaksikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) memberikan pidato saat World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA FOTO/Aria Cindyara/bay/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden RI Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan Menteri Luar Negeri, anggota Komisi I DPR RI, dan akademisi ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026) sore.

Pertemuan itu membahas situasi geopolitik global, salah satu bahasan utamanya terkait rencana keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian untuk Gaza atau Board of Peace (BoP).

Wakil Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir mengatakan, Presiden Prabowo menerima jajaran Kementerian Luar Negeri, mantan Menlu dan Wakil Menlu, serta perwakilan lembaga pemikir untuk berdiskusi mengenai perkembangan geopolitik terkini.

“Presiden hari ini menerima Menlu, Wakil Menlu, dan juga mantan Menlu-Wakil Menlu serta para think tank untuk berdiskusi situasi geopolitik,” kata Armanatha di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan pantauan Tirto di Istana Kepresidenan, mantan Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Marty Natalegawa, hadir lebih awal. Kehadirannya kemudian disusul oleh sejumlah eks Menlu lainnya, seperti Retno Marsudi, Dinno Patti Djalal, dan Alwi Shihab.

Sejumlah akademisi dan peneliti juga tampak hadir. Beberapa di antaranya; Ikrar Nusa Bakti, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, serta peneliti senior CSIS Philips Vermonte.

Dari unsur legislatif, hadir Anggota Komisi I DPR RI, yakni Nurul Arifin, Sukamta, Dave Laksono, dan Farah Puteri Nahlia.

Alwi Shihab membenarkan salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP).

“Justru itu Board of Peace (BoP) itu, apakah penting Indonesia ikut apakah tidak penting, itu yang akan dibahas,” kata Alwi kepada wartawan di Istana.

Alwi mengaku secara pribadi mendukung langkah Indonesia bergabung dalam BoP.

Alwi Shihab

Eks Menlu Alwi Shihab di Istana Kepresidenan, Rabu (4/2/2026). tirto.id/Fajar Nunr

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia memungkinkan pemerintah berkontribusi langsung dalam memperbaiki mekanisme kerja dewan tersebut, termasuk mendorong keterlibatan Palestina secara lebih intens.

“Kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong. Tapi kalau kita di dalam kita bisa ngomong, 'jangan gitu dong, ini kan kita mau memperjuangkan Palestina, jangan Israel saja diperhatikan',” ujar Alwi.

Baca juga artikel terkait PERDAMAIAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Alfons Yoshio Hartanto