Menuju konten utama

PBNU Nilai Keputusan Indonesia Gabung Board of Peace Sudah Tepat

Gus Yahya meyakini maksud sebenarnya dari Presiden Prabowo untuk bergabung ke dalam dewan itu didasari oleh keinginan untuk membantu rakyat Palestina.

PBNU Nilai Keputusan Indonesia Gabung Board of Peace Sudah Tepat
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memberikan pemaparan dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya dengan Sahabat Media di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (3/1/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai keputusan Indonesia untuk bergabung ke dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, adalah keputusan yang tepat.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengatakan bahwa keputusan Indonesia bergabung ke Board of Peace sejalan dengan komitmen untuk membantu rakyat Palestina.

“Menurut saya, keputusan Presiden untuk bergabung di dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina,” ujar Gus Yahya saat ditemui di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).

Gus Yahya mengakui bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace dipandang kontroversial oleh sebagian pihak. Namun, ia meyakini maksud sebenarnya dari Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung ke dalam dewan itu didasari oleh keinginan untuk membantu rakyat Palestina.

“Membantu Palestina adalah bagian dari amanat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,” tegasnya.

Lebih jauh, Gus Yahya menyebut bahwa saat ini dunia internasional tengah menghadapi masa-masa penuh ketidakpastian atau uncertainty.

Di tengah masa-masa penuh ketidakpastian, ia menilai Indonesia harus mengambil langkah untuk membantu Palestina, salah satunya dengan bergabung ke Board of Peace.

“Di tengah ketidakmenentuan ini, kalau kita memang sungguh ingin berbuat sesuatu untuk membantu Palestina menemukan jalan keluar dari masalahnya, maka kita harus hadir di semua arena. Apapun arena itu, apapun platform-nya itu,” jelasnya.

Gus Yahya turut mengakui bahwa Board of Peace berpotensi dicampuri oleh kepentingan AS maupun Israel. Oleh karenanya, kehadiran Indonesia diharapkan bisa menyuarakan kepentingan Palestina di dalam dewan itu.

“Kalau ada pihak-pihak yang di dalamnya mewakili kepentingan-kepentingan Israel katakanlah, kepentingan Amerika dan lain sebagainya, harus ada aktor yang berpartisipasi untuk menyuarakan kepentingan-kepentingan Palestina,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PERDAMAIAN atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher