Menuju konten utama

Istana: Keputusan Gabung Dewan Perdamaian Trump demi Gaza

Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan pemerintah masih akan memeriksa aspek formil keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.

Istana: Keputusan Gabung Dewan Perdamaian Trump demi Gaza
Presiden RI Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Trump pada saat sesi foto Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Sharm el-Sheikh untuk Perdamaian di Gaza, Palestina, di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indonesia menyatakan kesiapan bergabung dengan Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Istana menegaskan keputusan tersebut didorong oleh tujuan mempercepat terwujudnya perdamaian di Gaza.

“Ya, kita akan bergabung kalau memang itu kita diminta untuk bergabung,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan pemerintah masih akan memeriksa aspek formil keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.

“Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza,” ujar Prasetyo.

Namun, secara prinsip, kata Prasetyo, Presiden Prabowo memiliki kehendak kuat untuk ikut berpartisipasi jika langkah tersebut dapat mempercepat perdamaian.

"Secara formilnya nanti kami cek ya, formilnya ya. Tapi kalau secara, apa namanya, kehendak, tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena mementingkan tujuannya," ungkap Prasetyo.

Selain Indonesia, tujuh negara lain juga menyatakan keputusan bersama untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian tersebut.

Negara-negara itu adalah Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Para Menteri mengumumkan keputusan bersama negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian," tulis Kementerian Luar Negeri RI melalui akun resmi di platform X, dikutip Kamis (22/1/2026).

Kemlu RI menyebut, dengan menyetujui keanggotaan Dewan Perdamaian yang digagas Donald Trump, masing-masing negara akan menandatangani dokumen keanggotaan sesuai dengan prosedur hukum dan ketentuan nasional yang berlaku di tiap negara.

Dalam pernyataan bersama tersebut, para menteri dari delapan negara menegaskan kembali dukungan terhadap upaya perdamaian yang dipimpin Presiden Trump serta komitmen mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi.

"Sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2803," lanjut pernyataan itu.

Kemlu RI menegaskan, keputusan bergabung dalam Dewan Perdamaian bertujuan mengonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza. Dewan Perdamaian disebut akan mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Upaya tersebut, menurut Kemlu, harus berlandaskan pada hak rakyat Palestina atas penentuan nasib sendiri dan pembentukan negara sesuai hukum internasional.

"Sehingga membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi seluruh negara dan masyarakat di kawasan tersebut," ucap Kemlu.

Baca juga artikel terkait DONALD TRUMP atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Farida Susanty