Menuju konten utama

DPRD DKI Nilai Pembangunan Jakarta Kini Progresif dan Terarah

DPRD DKI Jakarta menilai pembangunan pada tahun pertama kepemimpinan Pramono-Rano menunjukkan capaian positif, terutama terkait banjir dan transportasi.

DPRD DKI Nilai Pembangunan Jakarta Kini Progresif dan Terarah
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike. foto/Dok. foto/Dok. DDJP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menilai arah pembangunan Jakarta dalam setahun terakhir menunjukkan perkembangan yang semakin progresif dan terukur.

Sejumlah program strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai memiliki perencanaan yang jelas baik di sektor infrastruktur, pelayanan publik, maupun penguatan ekonomi lokal.

Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyatakan pembangunan Jakarta saat ini ditopang oleh perencanaan yang lebih sistematis dan berbasis data.

Dengan pendekatan tersebut, setiap tahapan pembangunan memiliki indikator kinerja yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Ia menilai sinergi antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.

Menurut Yuke, arah pembangunan di bawah kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno tidak hanya gencar secara angka, tapi juga memberi dampak nyata. Meski baru memasuki tahun pertama masa jabatan, keduanya dinilai mampu meletakkan fondasi pembangunan yang cukup kuat dan tepat sasaran.

Yuke berharap capaian pembangunan di Jakarta tersebut tak berhenti pada angka statistik, melainkan benar-benar dirasakan oleh warga Jakarta. “Yang paling penting, manfaatnya benar-benar dirasakan warga Jakarta. Percuma kalau hanya angka statistik yang naik, tetapi masyarakat tidak merasakan dampaknya secara langsung,” ujar Yuke dalam siaran pers yang diterima tirto pada Senin (3/2/2026).

Ia menyoroti penanganan banjir Jakarta sebagai salah satu program Pramono-Rano yang mulai menunjukkan dampak positif. Salah satu langkah yang diapresiasi adalah keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk memprioritaskan normalisasi Sungai Ciliwung sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir.

“Yang paling terasa memang di penanganan banjir. Walaupun belum sepenuhnya selesai, paling tidak sudah ada keputusan untuk fokus menyelesaikan penataan salah satu sungai,” jelas Yuke.

Selain itu, Yuke mengapresiasi perluasan jaringan transportasi publik ke wilayah penyangga Jakarta. Kebijakan ini dinilai dapat membantu mengurangi kemacetan di sejumlah kawasan. Namun, ia meminta penyesuaian tarif dan kebijakan subsidi transportasi tetap dikaji secara matang agar tidak membebani masyarakat.

Di sektor lingkungan, Yuke menilai pembukaan dan pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) cukup aktif dilakukan dalam setahun terakhir. Ia menekankan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap persoalan pengelolaan sampah yang dinilai masih menjadi tantangan Jakarta ke depan. “Sejauh ini, tiga hal yang paling terasa adalah penanganan banjir, pengembangan transportasi, dan penambahan ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Yuke juga menyoroti gaya kepemimpinan Pramono-Rano yang dinilai mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat. Hal tersebut dianggap menjadi indikator bahwa kebijakan dan program yang dijalankan memiliki orientasi pada kebutuhan warga.

Hanya saja, Yuke mengingatkan masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait keterbatasan fiskal daerah. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah lebih selektif dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

“Dengan fiskal yang terbatas, Pemprov harus benar-benar selektif. Program yang dipilih harus mampu menjawab kebutuhan Jakarta sebagai kota modern, sekaligus tetap menyentuh masyarakat secara langsung,” tegas Yuke.

Dia juga menyoroti persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang masih relatif tinggi. Menurut Yuke, sektor pendidikan dan kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan dalam agenda pembangunan Jakarta.

“Kondisi ini memang tidak mudah. Tapi saya optimistis, dengan kepemimpinan yang mengayomi dan dukungan yang kuat, berbagai persoalan tersebut dapat diatasi secara bertahap,” pungkasnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis