tirto.id - Doa Rosario Minggu 5 Oktober 2025 adalah saat dimana umat Katolik merenungkan peristiwa mulia sebagai salah satu kejadian penting dalam rangkaian misteri keselamatan. Peristiwa yang berpusat pada Yesus Kristus ini, juga menempatkan Maria sebagai tokoh penting, salah satunya karena Ia adalah Ibu dari sang Juru Selamat.
Pendarasan doa Rosario di bulan Oktober ini menjadi makin bermakna karena Gereja Katolik menetapkan bulan Oktober sebagai bulan Rosario. Pada bulan ini, umat Katolik secara rutin berdevosi kepada Bunda Maria, baik secara perorangan maupun bersama-sama, memohon berkat, perlindungan, dan kedamaian kepada Allah Bapa lewat perantaraan Bunda Maria.
Selain direnungkan secara rutin pada hari Minggu, peristiwa mulia dalam doa Rosario juga direnungkan selama masa Paskah dan tiap hari Rabu. Lantas, ada kejadian apa saja dalam peristiwa mulia?

Berbagai Peristiwa dalam Doa Rosario
Sejatinya ada empat tema utama dalam doa Rosario yang menjadi benang merah dari misteri keselamatan oleh Yesus Kristus dimana Perawan Maria berperan di situ. Masing-masing dari tema utama itu terdiri dari beberapa kejadian penting dalam misteri keselamatan.
Jadi, tidak hanya peristiwa mulia yang direnungkan oleh umat Katolik saat mendaraskan doa Rosario. Totalnya ada empat tema utama yang masing-masing terdiri dari lima peristiwa penting. Berikut ini berbagai peristiwa tersebut sebagaimana dirujuk dari Iman Katolik:
I. Peristiwa-peristiwa Gembira
- Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Bacaan Injil: Lukas 1:26-38).
- Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Bacaan Injil: Lukas 1:39-45).
- Yesus dilahirkan di Bethlehem (Bacaan Injil: Lukas 2:1-7).
- Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Bacaan Injil: Lukas 2:22-40).
- Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Bacaan Injil: Lukas 2:41-52).
II. Peristiwa-peristiwa Sedih
- Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Bacaan Injil: Lukas 22:39-46).
- Yesus didera (Bacaan Injil: Yohanes 19:1).
- Yesus dimahkotai duri (Bacaan Injil: Yohanes 19:2-3).
- Yesus memanggul salib-Nya (ke Gunung Kalvari) (Bacaan Injil: Lukas 22:26-32).
- Yesus wafat di salib (Bacaan Injil: Lukas 23:44-49).
III. Peristiwa-peristiwa Mulia
- Yesus bangkit dari kematian (Bacaan Injil: Lukas 21:1-12).
- Yesus naik ke surga (Bacaan Injil: Lukas 24:50-53).
- Roh Kudus turun atas para Rasul (Bacaan Injil Kisah Para Rasul 2:1-13).
- Maria diangkat ke surga (Bacaan Injil 1Korintus r15:23; DS 3903).
- Maria dimahkotai di surga (Bacaan Injil: Wahyu 12:1, DS 3913-3917).
IV. Peristiwa-peristiwa Terang
- Yesus di baptis di sungai Yordan (Bacaan Injil: Matius 3:16-17)
- Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (Bacaan Injil: Yohanes 2:11)
- Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Bacaan Injil: Matius 4:17-23)
- Yesus menampakan kemuliaan-Nya (Bacaan Injil: Matius 17:2-5)
- Yesus menetapkan Ekaristi (Bacaan Injil: Markus 14:22-24)

Susunan Doa Rosario Minggu: Merenungkan Peristiwa Mulia
Selanjutnya, masuk ke inti dari doa Rosario Minggu, yaitu susunan doa Rosario yang merenungkan peristiwa mulia. Berikut ini susunannya, sebagaimana dirujuk dari laman Iman Katolik:
1. Tanda Salib
Dalam (demi) nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, Amin
2. Aku Percaya
Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa, pencipta langit dan bumi. Dan akan Yesus Kristus, PuteraNya yang tunggal, Tuhan kita. Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria. Yang menderita sengsara, dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan. Yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati. Yang naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa. Dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katholik yang Kudus, Persekutuan para Kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin
3. Kemuliaan
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. (Amin.)
4. Bapa Kami
Bapa Kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu. Datanglah KerajaanMu. Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan. Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.
5. Salam Putri Allah Bapa, Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau diantara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus. Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami. Amin
6. Salam Bunda Allah Putra, Salam Maria ...
7. Salam Mempelai Allah Roh Kudus, Salam Maria ...
8. Kemuliaan
9.Peristiwa Mulia 1. Yesus bangkit dari kematian
Bacaan Injil Lukas 24:1-12
"tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi."
10. Bapa Kami
11. Salam Maria (dibaca 10 kali)
12. Kemuliaan
13. Terpujilah
Doa Fatima
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu,
Amin.
14. Peristiwa Mulia 2. Yesus naik ke surga
Bacaan Injil Lukas 24:50-53
"Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah."
15. Bapa Kami
16. Salam Maria (dibaca 10 kali)
17. Kemuliaan
18. Terpujilah
Doa Fatima
19 Peristiwa Mulia 3. Roh Kudus turun atas para Rasul
Bacaan Injil Kisah Para Rasul 2:1-13
"Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."
20. Bapa Kami
21. Salam Maria (dibaca 10 kali)
22. Kemuliaan
23. Terpujilah
Doa Fatima
24. Peristiwa Mulia 4. Maria diangkat ke surga
Bacaan Injil 1Kor15:23; DS 3903
"Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya."
25. Bapa Kami
26. Salam Maria (dibaca 10 kali)
27. Kemuliaan
28. Terpujilah
Doa Fatima
29. Peristiwa Mulia 5. Maria dimahkotai di surga
Bacaan Injil: Wahyu 12:1, DS 3913-3917
"Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya."
30. Bapa Kami
31. Salam Maria (dibaca 10 kali)
32. Kemulian
33. Terpujilah
Doa Fatima
34. Tanda Salib

Renungan Singkat Doa Rosario
Agar doa Rosario tidak sekadar jadi kata-kata kosong belaka, umat Katolik disarankan untuk membaca renungan singkat. Renungan singkat ini bisa menjadi bahan refleksi, bahwa dengan keyakinan yang teguh doa Rosario punya makna dalam dan kekuatan besar untuk memengaruhi kehidupan iman dan keseharian umat Katolik.
Renungan singkat ini diambil dari buku Ibadat Bulan Rosario Gereja Keuskupan Surabaya Berdevosi Rosario Bersama Para Kudus yang disusun oleh Tim Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya.
Saudara-saudari terkasih, pernahkah kita bertanya kenapa kalau berdoa rosario itu sampai mengulang 53 kali doa Salam Maria? Bukankah satu kali berdoa Salam Maria saja sudah cukup? Bukankah 1 kali doa yang diucapkan dengan sungguh sungguh lebih baik daripada 53 kali doa yang asal ucap?
Atau mungkin pernahkah kita bertanya kenapa berdoa rosario itu perlu sampai 6 kali doa Bapa Kami? Bukankah satu kali berdoa Bapa Kami saja sudah cukup? Tidakkah lebih baik berdoa satu kali Bapa Kami tetapi dengan sungguh-sungguh dari pada 6 kali Bapa Kami tetapi hanya asal ucap tidak dengan sungguh sungguh?
Berdoa dengan sungguh-sungguh itu sangatlah penting. Tetapi doa yang berulang-ulang itu membawa hati kita masuk ke dalam doa. Selain itu pengulangan doa adalah cinta yang mendalam. Sebagai contoh, anak ke orang tua sering mengatakan “Ma, aku sayang Mama” jika itu diucapkan berulang-ulang apakah menjadi sia-sia? Tidak. Justru semakin dalam cinta itu terasa.
Nah begitu juga dengan doa Salam Maria yang kita ulang-ulang, itu seharusnya membuat kita makin dalam mengarahkan hari kita kepada Yesus bersama Bunda Maria. Lima Puluh Tiga Kali Salam Maria bukanlah sebuah ‘pengulangan kosong’, melainkan ungkapan cinta yang terus diperbarui.
Hari ini kita belajar dari Santo Yohanes Paulus II, seorang yang mencintai devosi Rosario. Banyak sekali bukti nyata yang dibuat oleh Paus Yohanes Paulus II semasa beliau hidup untuk mendedikasikan dirinya kepada devosi suci ini, yakni: Santo Yohanes Paulus II menuliskan surat apostolik “Rosarium Virginis Mariae” dan mempersembahkan Oktober 2002 hingga Oktober 2003 sebagai Tahun Rosario.
Bagi beliau Doa Rosario bukan hanya doa kepada Bunda Maria, melainkan doa yang berpusat pada Kristus. Bahkan beliau menyebut Doa Rosario adalah ringkasan dari Injil karena peristiwa-peristiwa yang direnungkan membawa umat masuk ke dalam kehidupan Kristus. Bagi Santo Yohanes Paulus II, dengan berdoa rosario umat diajak untuk melihat wajah Kristus bersama Maria. Bunda Maria sebagai pendamping rohani yang menuntun umat kepada misteri keselamatan.
Santo Yohanes Paulus II juga mendorong keluarga Katolik untuk membiasakan doa Rosario bersama, sebab keluarga yang berdoa bersama akan semakin kuat dalam kasih dan iman. Selain itu beliau juga mengajarkan Rosario sebagai ‘doa perdamaian’ karena dengan merenungkan hidup Kristus, hati manusia dilembutkan untuk mengusahakan perdamaian di dunia.
Yohanes Paulus II menekankan bahwa doa Rosario bukan sekadar pengulangan doa verbal, melainkan jalan kontemplasi yang sederhana namun mendalam. Dengan Rosario, umat diajak masuk dalam keheningan untuk merenungkan misteri Kristus.
Dengan mempelajari ini hendaknya kita merubah diri, seperti dalam peristiwa terang ketika Yesus berubah rupa dan menampakan kemulian-Nya, hendaknya kita pun berubah dari yang dulu mungkin malas berdoa Rosario menjadi rajin, dari yang dahulu merasa doa Rosario buang-buang waktu jadi mau mendedikasikan waktu untuk berdoa Rosario

Demikian renungan singkat tentang doa Rosario yang terinspirasi dari Santo Yohanes Paulus II. Dengan membaca renungan singkat ini, umat Katolik diajak untuk semakin mendalami misteri keselamatan lewat perenungan berbagai peristiwa dalam doa Rosario.
Dengan rutin merenungkan berbagai misteri keselamatan itu, apa yang menjadi tujuan keselamatan tersebut perlahan akan benar-benar mewujud dalam kehidupan setiap umat Katolik yang percaya.
Tertarik membaca artikel Tirto lainnya tentang doa-doa Katolik? Silakan cek tautan berikut ini:
Editor: Lucia Dianawuri & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id






































