tirto.id - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Jakarta, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), bersama aparat penegak hukum terkait memusnahkan barang kena cukai (BKC) ilegal hasil 885 penindakan di bidang kepabeanan sepanjang Januari-November 2025.
Dari penindakan terhadap komoditas berupa obat-obatan dan kosmetik, barang pornografi, makanan dan minuman, elektronik, hingga bahan kimia, DJBC berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp2,62 miliar.
Di sisi lain, pada pengawasan di bidang cukai, sebanyak 1.094 penindakan telah dilakukan dalam periode yang sama.
“Penindakan cukai, ini yang cukup besar karena SBP-nya, surat bukti penindakannya ada 1.094. Penyelesaiannya ada penyelidikan, ada ultimum remidium (hukum pidana), kemudian ada BMN (Barang Milik Negara), dan seterusnya,” ujar Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Akhmad Rofiq, dalam konferensi pers di Kanwil Bea Cukai Jakarta, Jakarta Utara, Rabu (3/11/2025).
Jika diperinci, barang-barang yang ditindak antara lain 41 juta batang rokok ilegal; 16.323 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA); 3.556 liter etil alkohol; serta 11,25 liter hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Total nilai barang yang diamankan mencapai Rp71,41 miliar, dengan potensi kerugian negara terselamatkan sebesar Rp37,64 miliar.
“Sebagai tindak lanjut terhadap proses tindak pidana di bidang cukai, saat ini telah dilakukan penyidikan dengan menetapkan 16 tersangka serta penyelesaian perkara dengan pengenaan denda senilai Rp8,04 miliar,” tukasnya.
Dari jumlah tersebut, pemusnahan dilakukan terhadap 13,4 juta batang rokok ilegal senilai Rp16,2 miliar, dengan potensi kerugian negara Rp10,5 miliar yang dihitung dari nilai cukai dan pajak rokok.
Selain itu, terdapat 19.511 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau setara 12.864,82 liter, dengan nilai Rp9,9 miliar dan potensi kerugian negara Rp21,1 miliar yang dihitung dari cukai, bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penghasilan (PPh). Total potensi kerugian negara yang berhasil dicegah mencapai Rp31,6 miliar.
“Yang kita musnahkan hari ini sebanyak 19.511 botol, liternya adalah 12.864,82 liter, nilai barangnya Rp9,9 miliar, potensi kerugian negaranya Rp21 miliar,” imbuh Rofiq.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































