tirto.id - Polisi membenarkan adanya peristiwa seorang buruh harian lepas berinisial C (32) yang ditemukan meninggal dunia di wilayah Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Kamis (30/4/2026) sore. Jasad korban ditemukan dalam kondisi di atas motor dan luka pada bagian leher.
Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Cep Wildan, menyampaikan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, korban ditemukan dalam kondisi mengeluarkan banyak darah.
"Korban kemudian sempat dilarikan ke RSUD Karawang petugas dari Polsek Ciampel dan warga, namun setibanya di rumah sakit dinyatakan telah meninggal dunia," ucap Wildan dalam rilis tertulis, Sabtu (2/5/2026).
Wildan menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, korban sempat berteriak meminta pertolongan sebelum ditemukan tidak sadarkan diri. Dalam kondisi panik, korban diduga menyampaikan bahwa dirinya terkena benang sebelum akhirnya tak sadarkan diri.
Wildan menambahkan, salah seorang saksi, yang pertama kali melihat korban mengungkapkan bahwa saat didekati, menyatakan darah sudah mengalir dari bagian leher korban hingga membasahi pakaian. Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Aparat kepolisian dari Polsek Ciampel bersama Pamapta Polres Karawang dan Tim Inafis Polres Karawang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan sejumlah saksi juga telah dilakukan penyelidik.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini,” ujar dia.
Lebih lanjut, Wildan menyampaikan, hingga saat ini dugaan sementara mengarah pada korban terjerat benang. Namun, penyidik kepolisian tetap membuka kemungkinan lain sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Diakui Wildan, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Kami menghormati keputusan keluarga korban yang menolak autopsi. Namun demikian, kami tetap mengumpulkan informasi dan keterangan yang ada guna memastikan tidak adanya unsur lain dalam kejadian ini,” tutur dia.
Dia pun mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas kejadian tersebut. Di sisi lain, ia mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya di wilayah terbuka yang rawan aktivitas layangan. Benang layangan, terutama yang menggunakan bahan tertentu, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































