Menuju konten utama

Desa Talaga Jadi Wujud Nyata Pemberdayaan Membangun Bangsa

Desa Talaga di Kabupaten Serang berubah menjadi desa bersih dan mandiri berkat kolaborasi Kementerian Sosial, lembaga filantropi, dan warga setempat.

Desa Talaga Jadi Wujud Nyata Pemberdayaan Membangun Bangsa
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau Rumah Sejahtera Terpadu (RST), Taman Firdaus dan Sungai Gus Ipul di Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Serang, Banten, Jumat (23/5/2025). Desa Talaga mengalami transformasi luar biasa dari desa kumuh menjadi desa yang bersih dan mandiri. FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Desa Talaga di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, mengalami perubahan besar dalam waktu lima bulan terakhir. Wilayah yang dulunya kumuh, sanitasinya buruk, serta minim fasilitas kini menjelma desa bersih, mandiri, dan berdaya. Capaian ini terwujud berkat peran aktif Kementerian Sosial bersama masyarakat, lembaga filantropi, serta mitra lainnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melihat langsung hasil transformasi tersebut saat mengunjungi Desa Talaga pada Jumat (23/5/2025).

Sungai yang sebelumnya dipenuhi limbah kini jernih dan dihiasi taman hijau yang dinamai Taman Firdaus. Kebersihan sungai ini merupakan hasil dari kegiatan restorasi dan gotong-royong yang dijalankan oleh Kemensos.

Sungai sepanjang 1,5 kilometer itu dibersihkan, disulap menjadi ruang yang nyaman untuk destinasi wisata lokal. Sungai tersebut juga mencerminkan komitmen terhadap hidup sehat dan berkelanjutan yang didukung oleh warga.

“Kita berkomitmen, mari daerah kita ini kita bikin bersih, nyaman sebagai langkah kecil di lingkungan kita untuk membangun Indonesia,” ujar Gus Ipul.

Perubahan desa tersebut diawali sejak Desember 2024, ketika Kemensos bersama pilar sosial, TNI-Polri, dinas sosial, dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan sungai. Aksi ini berlanjut dengan pembangunan sarana dasar dan pelaksanaan program pemberdayaan.

Salah satu yang menjadi pencapaian utama adalah pembangunan 22 unit Rumah Sejahtera Terpadu (RST) atas kerja sama antara Kemensos dengan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV. Rumah-rumah yang tadinya tak layak huni, dengan kondisi seperti atap bocor, lantai masih tanah, atau tanpa kamar mandi, kini telah direnovasi menjadi hunian layak.

“Saya waktu dulu tidur sering kebocoran, kadang tidak nyaman. Tapi sekarang alhamdulillah, rumah saya tidak bocor lagi,” ungkap Sam’un (41), salah satu penerima bantuan.

Selain renovasi rumah, empat Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) juga menerima bantuan perlengkapan rumah tangga seperti kasur, kompor, dan gas, dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp29 juta.

Untuk memperbaiki kondisi sanitasi, Kemensos menggandeng Human Initiative membangun MCK Komunal untuk 82 keluarga. Selain itu, sebanyak 60 unit MCK dan 25 septic tank telah dibangun. Sebelumnya, beberapa warga masih buang air di sungai maupun menggunakan toilet darurat tanpa septic tank, yang mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Kini, desa identik dengan bau limbah itu berganti wajah menjadi pusat aktivitas produktif warga, mulai dari bertani, beternak ikan, dan budidaya tanaman hidroponik di sekitar taman. Anak-anak pun kini memiliki ruang bermain, membaca, dan belajar memanah.

Dari sisi ekonomi, Kemensos bekerjasama dengan Yayasan Kumala untuk mendorong kreativitas warga lewat pelatihan pembuatan kertas daur ulang dari pelepah pisang. Kertas tersebut diolah menjadi goodie bag dan produk lain yang punya nilai jual. Para perajin bisa mendapat penghasilan harian antara Rp100.000 hingga Rp150.000.

“Berkat dorongan Kementerian Sosial, dalam kurun waktu empat bulan terlihat jelas perbedaannya. Tinggal bagaimana kita yang ada di sini untuk menjaga,” ujar Embay Solihin, Kepala Desa Talaga.

Untuk memperkuat komunitas, dibangun pula Community Center sebagai ruang kegiatan sosial, pelatihan, dan pemberdayaan warga.

Desa Talaga menjadi representasi semangat kemandirian dan gotong-royong yang digagas Kemensos, yakni membangun bangsa dari desa, dengan cara memuliakan warga. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya awal Kemensos dalam menciptakan perubahan besar di Indonesia, seperti halnya program restorasi mangrove di Bali dan inisiasi pemberdayaan lainnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis