Menuju konten utama

Danantara Pamerkan Hasil Kerja 8 Bulan, Sudah Benahi 48 BUMN

Danantara telah memperbaiki kinerja 43 BUMN dalam delapan bulan, termasuk Injourney, Semen Indonesia, dan Krakatau Steel.

Danantara Pamerkan Hasil Kerja 8 Bulan, Sudah Benahi 48 BUMN
Pekerja membersihkan kaca gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (8/7/2025). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjalin kerja sama investasi dengan perusahaan asal Arab Saudi, ACWA Power senilai 10 miliar dolar AS atau setara Rp162 triliun yang berfokus pada proyek pembangkit energi terbarukan, turbin gas siklus gabungan, hidrogen hijau, dan desalinasi air. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa lembaganya telah berhasil memperbaiki kinerja 43 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pembenahan dilakukan mulai dari sisi manajerial hingga peningkatan daya saing perusahaan agar dapat mencapai profitabilitas yang maksimal.

Menurut Rohan, capaian ini tergolong signifikan mengingat Danantara baru resmi diluncurkan delapan bulan silam.

"Jadi sudah 43 perusahaan BUMN yang diperbaiki. Ditingkatkan semuanya lah, ya. Daya saing, manajerial. Untuk dia bisa berkiprah menghasilkan untung dan sebagainya," ujar Rohan dalam Media Coffee Morning with Danantara Indonesia, di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2025).

Salah satu hasil pembenahan kasat mata adalah peningkatan fasilitas dan layanan di Bandara Soekarno-Hatta, yang dikelola oleh Injourney Airports.

Kedepan, upaya tersebut akan dilanjutkan konsolidasi dan refocusing lini bisnis. Salah satunya, di sektor perhotelan di mana Injourney—sebagai holding aviasi dan pariwisataakan menjadi entitas yang mengelola seluruh hotel milik BUMN, yang sebelumnya tersebar di berbagai perusahaan pelat merah.

“Injourney, hotel, semuanya digabung. Tidak ada lagi Patrajasa punya hotel, artinya Patrajasa di bawah Pertamina kan? Nggak lagi,” papar Rohan.

Contoh lainnya adalah perbaikan kinerja pada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan juga PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Menurutnya, perbaikan terhadap daya saing dua perusahaan ini mulai memperlihatkan hasil mulai dari peningkatan profitabilitas hingga pembenahan model bisnis.

"Ada satu crucial thing yang dilakukan Danantara untuk membalikan itu, yang dalam berapa bulan dia sekarang sudah kick back, makin besar untungnya (Semen Indonesia).Hanya hal-hal simpel yang dilakukan. Jadi model bisnis cara berbisnisnya itu di-twist, dibalik. Krakatau Steel akan segera finalisasi," jelasnya.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana