Menuju konten utama

Danantara Tegaskan Tak Akan Kelola Perum seperti KemenBUMN

Jika ada rencana untuk mengubah Perum menjadi Perseroan Terbatas (PT), Danantara akan melihat kemungkinan dari perubahan atau visibilitasnya.

Danantara Tegaskan Tak Akan Kelola Perum seperti KemenBUMN
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kanan), Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani (kiri), Chief Investment Officer (CIO) Pandu Patria Sjahrir (kedua kanan), dan Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria (kanan) menghadiri Town Hall Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (28/4/2025). Acara tersebut digelar dalam rangka penyampaian arah strategis BPI Danantara Indonesia serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.

tirto.id - Managing Director Stakeholder Management and Communications Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rohan Hafas, menegaskan bahwa Perusahaan Umum (Perum) tidak akan bergabung dan menjadi kelolaan Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) Indonesia tersebut.

Pasalnya, sampai saat ini Perum hanya menjalankan tugas dari pemerintah atau pelaksana Public Service Obligation (PSO), sehingga untung dan rugi dari aktivitas usahanya tidak bisa diperhitungkan dengan pasti.

"Perum nggak masuk Danantara. Perum itu kan isinya tugas, tugas dan … di situ untung rugi nggak bisa dipakai," ujarnya, dalam Media Coffee Morning with Danantara Indonesia, di Pappa Jack, Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2025).

Misi pelayanan publik dan subsidi itulah yang berbeda dengan tujuan Danantara, yakni meningkatkan nilai dan fokus utama pada bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN). . "Udah dibagi, kan. Perum nggak masuk Danantara," lanjut Rohan.

Oleh karenanya, jika ada rencana untuk mengubah Perum menjadi Perseroan Terbatas (PT), Danantara harus terlebih dulu melihat kemungkinan dari perubahan atau visibilitas dari Perum yang berkaitan. Namun demikian, mantan Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk itu enggan menanggapi kabar terkait rencana perubahan Perum Damri menjadi PT untuk kemudian bergabung dengan Danantara.

"Ya, kalau diubah kita lihat dong visible nggak? Oh, nanti kita makan berikutnya (bahas soal Damri)," kata dia.

Sementara itu, sinyal pengelolaan Perum di bawah Danantara sebelumnya diungkapkan oleh Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. Menurut Tiko, sapaan Kartika, sebelum menjadikannya di bawah Danantara, Perum terlebih dulu diubah menjadi PT, dan pada saat itu BP BUMN yang sebelumnya masih bernama Kementerian BUMN masih mengkaji kemungkinan perubahan tersebut.

Adapun, kajian yang dilakukan adalah terkait kinerja perusahaan serta aturan hukum yang menjadi dasar perubahan Perum menjadi PT. "(Review) Perum lagi berjalan, nanti mungkin sebulan lagi kita selesaikan Perum-Perum," ujar Tiko, sapaan akrabnya, di Antara Heritage Center, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana