Menuju konten utama
Sumpah Pemuda

Daftar Organisasi Kepemudaan yang Ikut dalam Kongres Pemuda 2

Berikut ini akan dibahas secara singkat tentang daftar organisasi kepemudaan yang ikut dalam Kongres Pemuda 2 yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928.

Daftar Organisasi Kepemudaan yang Ikut dalam Kongres Pemuda 2
Peserta Kongres pemuda II. wikimedia commons/domain publik

tirto.id - Kongres Pemuda 2 yang berlangsung pada 27 sampai 28 Oktober 1928 merupakan kongres yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda. Kongres tersebut diikuti oleh sejumlah organisasi kepemudaan.

Daftar organisasi kepemudaan yang ikut dalam Kongres Pemuda 2 berisikan para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Organisasi-organisasi kepemudaan itu berperan penting dalam pergerakan nasional sebelum kemerdekaan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui dan bisa sebutkan organisasi kepemudaan yang ikut dalam Kongres Pemuda 2.

Daftar organisasi kepemudaan yang ikut dalam Kongres Pemuda 2 antara lain Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Celebes, Sekar Rukun, dan Jong Indonesia (Pemuda Indonesia).

Ada juga organisasi pemuda kesukuan dan keagamaan seperti Jong Bataks Bond, Jong Minahasa, Jong Islamiten Bond, dan Pemuda Kaum Betawi.

Selain itu, hadir pula organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang menjadi penggagas kongres tersebut.

Sebagai penggagas kongres, wakil pemuda PPPI tak hanya berpartisipasi sebagai anggota melainkan juga ketua. Ketua Kongres Pemuda 2, yaitu Sugondo Djojopuspito merupakan pendiri PPPI.

Namun, panitia Kongres Pemuda 2 tak semuanya berasal dari PPPI. Susunan panitia Kongres Pemuda 2 tetap melibatkan anggota dari organisasi pemuda lainnya, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatranen Bond, dan Pemuda Indonesia (Jong Indonesia).

Selain itu, susunan panitia Kongres Pemuda 2 juga diisi oleh Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi, dan Jong Islamieten Bond.

Organisasi Kepemudaan yang Terlibat Kongres Pemuda II

Beberapa tahun sebelum Kongres Pemuda II diselenggarakan, lahir sejumlah nama organisasi kepemudaan di Batavia. Organisasi kepemudaan itu kebanyakan didirikan oleh kaum terpelajar dari berbagai daerah.

Mereka merantau untuk menuntut ilmu di kota besar. Sebagian dari mereka membuat perkumpulan yang berisikan para pemuda dari daerah kelahiran yang sama.

Awalnya tujuan para pemuda ini berkumpul adalah untuk mempererat hubungan dengan rekan-rekan sedaerah di tanah perantauan. Seiring berjalannya waktu, mereka memiliki program yang lebih jelas, yaitu ikut serta dalam bidang sosial dan politik.

Menurut Abdurakhman dan Arif Pradono dalam Explore Sejarah Indonesia (2019) transformasi ini dipengaruhi oleh perkembangan politik di dalam negeri.

Berkat hal itu, para pemuda mulai aktif dalam pergerakan nasional untuk mencapai cita-cita bangsa saat itu, yaitu kemerdekaan. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah kongres yang dimaksudkan untuk menemukan dan membahas rencana mencapai cita-cita tersebut.

Kongres itu kemudian disebut dengan Kongres Pemuda yang digelar sebanyak dua kali pada 1926 dan 1928. Kedua kongres diikuti oleh berbagai organisasi kepemudaan daerah.

Kendati demikian, jumlah partisipan di Kongres Pemuda 2 jauh lebih banyak daripada kongres pertama. Hal ini karena perkembangan organisasi pemuda yang begitu masif usai Kongres Pemuda I diselenggarakan.

Berikut ini daftar organisasi kepemudaan yang ikut dalam Kongres Pemuda 2:

1. PPPI

Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia atau PPPI adalah organisasi kepemudaan yang menggagas penyelenggaraan Kongres Pemuda II. Dikutip dari Museum Sumpah Pemuda, PPPI didirikan oleh Sugondo Djojopuspito dan beberapa rekan pelajar lainnya pada 1926.

Sugondo Djojopuspito juga menjabat sebagai Ketua Kongres Pemuda 2 dan menjadi sosok yang membacakan ikrar Sumpah Pemuda. Selain Sugondo, ada tiga aktivis PPPI lainnya yang berperan sebagai panitia di Kongres Pemuda 2.

Ketiga aktivis tersebut adalah Mohammad Yamin sebagai sekretaris, Amir Sjarifuddin sebagai Bendahara, dan Moh. Rochjani Su'ud sebagai Pembantu V.

2. Jong Java

Jong Java adalah organisasi kepemudaan yang juga berpartisipasi dalam Kongres Pemuda 2. Jong Java merupakan perkumpulan pemuda yang dulunya dikenal sebagai Tri Koro Dharmo dan berubah nama menjadi Jong Java pada 1918.

Sesuai sebutannya, Jong Java adalah organisasi kepemudaan yang merangkul pelajar dari Jawa Raya, yaitu Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok.

Tujuan didirikannya Jong Java adalah untuk membangun ikatan persatuan antara anggotanya dan meningkatkan kepadaian para anggota di berbagai bidang.

Tak hanya ikut sebagai peserta, Jong Java turut menyumbangkan perwakilan untuk menjadi panitia di Kongres Pemuda 2.Perwakilan Jong Java yang menjadi panitia Sumpah Pemuda adalah R.M. Djoko Marsaid yang menjabat sebagai wakil ketua kongres.

3. Jong Sumatranen Bond

Jong Sumatranen Bond (JSB) juga ikut berpartisipasi dalam Kongres Pemuda 2. Sri Untari dan Ginawan Rianto dalam Explore Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2019) menyebut JSB berdiri pada 9 Desember 1917.

Organisasi kepemudaan ini menghimpun para pemuda asal Pulau Sumatra. Tujuannya adalah untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antar anggota yang sama-sama merupakan pelajar Sumatra.

Jong Sumatranen Bond menghimpun sejumlah tokoh nasional, seperti Mohammad Hatta, Teuku Mansur, Mohammad Amir, dan Moh. Yamin.

Pada Kongres Pemuda 2, perwakilan dari JSB sekaligus PPPI, yaitu Moh. Yamin menjabat sebagai sekretaris sekaligus penulis teks Sumpah Pemuda.

4. Jong Celebes

Jong Celebes merupakan salah satu organisasi pemuda yang berpartisipasi dalam Kongres Pemuda II 27-28 Oktober 1928. Organisasi ini digagas dan didirikan oleh T.A. Kandou bersama pelajar-pelajar STOVIA.

Jong Celebes berdiri tidak lama setel pnah Jong Sumatranen Bond beberapa pekan sebelumnya, pada Desember 1917. Awalnya, organisasi ini dikenal dengan nama Studeerenden Vereeniging Minahasa.

Namun, nama itu berubah menjadi Jong Celebes sebelum Kongres Pemuda 2 berlangsung. Perubahan nama ini karena mayoritas anggotanya berasal dari Celebes (Sulawesi) yang merantau untuk belajar di Batavia.

Peran Jong Celebes di Kongres Pemuda 2 cukup penting. Organisasi ini menyumbangkan salah satu perwakilannya, yaitu R.C.L. Sunduk untuk menjadi panitia Pembantu III.

Selain itu, ikut serta merealisasikan perkumpulan Indonesia Muda yang digagas di kongres tersebut.

5. Pemuda Indonesia (Jong Indonesia)

Organisasi Jong Indonesia atau Pemuda Indonesia juga ikut berpartisipasi dalam Kongres Pemuda 2. Organisasi ini berdiri di Bandung pada 20 Februari 1927 dengan nama Jong Indonesia.

Namun, pada Desember di tahun yang sama organisasi ini berubah nama menjadi Pemuda Indonesia. Masih dikutip dari Museum Sumpah Pemuda, Jong Indonesia dipimpin oleh Sugiono dan wakilnya Semawi.

Tidak seperti organisasi 'jong' lainnya yang berlandaskan kedaerahan, Pemuda Indonesia menghimpun anggota dari berbagai asal daerah. Bahkan organisasi ini sudah memiliki berbagai cabang yang tersebar di Bandung, Yogyakarta, Surakarta, dan Surabaya.

Pemuda Indonesia turut menyumbangkan perwakilan di susunan panitia Kongres Pemuda 2, yaitu R. Katja Soengkana sebagai Pembantu II.

6. Jong Ambon

Jong Ambon adalah perkumpulan pelajar STOVIA dari Ambon, Maluku. Organisasi ini terbentuk pada 1918 yang digagas oleh L. Tamaela dan J. Kayadu. J. Kayadu kemudian dipilih menjadi ketua Jong Ambon.

Damansyah dan Rahman dalam Johannes Leimena Mutiara dari Maluku (2006) awalnya Jong Ambon adalah sebuah perkumpulan pemuda pecinta sepak bola. Hal ini karena banyak mahasiswa asal Ambon yang begitu menggemari kegiatan sepak bola.

Namun, seiring berjalannya waktu Jong Ambon juga bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Di Kongres Pemuda 2, Jong Ambon mengirimkan perwakilannya, yaitu Johannes Leimena untuk menjadi Pembantu IV.

7. Sekar Rukun

Sekar Rukun juga merupakan organisasi kepemudaan lainnya yang ikut serta dalam Kongres Pemuda 2. Organisasi ini beranggotakan para pelajar Sunda yang belajar di STOVIA, MOSVIA, Kweekschool, dan Rechtschool.

Sekar Rukun didirikan pada 1919 yang awalnya dimaksudkan untuk mempererat hubungan antar pelajar-pelajar Sunda di Batavia. Namun, Sekar Rukun ternyata cukup sukses di bidang jurnalistik di mana surat kabar bulanan Sekar Rukun saat itu banyak diminati.

Meskipun Sekar Rukun tidak ikut serta dalam susunan kepanitiaan Kongres Pemuda 2, perannya cukup penting dalam hal publikasi peristiwa bersejarah itu.

8. Jong Minahasa

Jong Minahasa adalah organisasi pemuda daerah yang berdiri pada 1918. Pendiri Jong Minahasa adalah J.H. Pangemanan, seorang jurnalis sekaligus penulis novel di era Hindia Belanda.

Seperti organisasi pemuda daerah lainnya, tujuan Jong Minahasa didirikan tak lain adalah untuk mempererat hubungan para pemuda Minahasa yang berasal dari Sulawesi.

Jong Minahasa beranggotakan tokoh-tokoh nasional penting seperti Sam Ratulangi, A.A. Maramis, Arnold Mononutu, Johanna Masdani, dan G.R. Pantow.

Peran Jong Minahasa di Kongres Pemuda II cukup penting. Berdasarkan memoar W.R. Supratman disebutkan bahwa anggota Jong Minahasa, yaitu Johanna Masdani menjadi pembaca teks Sumpah Pemuda.

9. Jong Islamiten Bond

Jong Islamieten Bond (JIB) juga ikut berpartisipasi dalam Kongres Pemuda 2 1928. Jong Islamieten Bond secara resmi berdiri pada 1 Januari 1925 di Jakarta yang diprakarsai Raden Syamsurizal (Raden Syam).

Tujuan didirikannya JIB adalah untuk memperkuat persatuan antara pemuda Islam yang jumlahnya sangat banyak di Jakarta saat itu. Para anggotanya berasal dari kalangan pelajar serta alumni yang bersekolah di MULO dan AMS.

Perwakilan JIB juga ikut serta dalam sususnan kepanitian Kongres Pemuda 2, yaitu Johan Mahmud Jaya. Ia menjabat sebagai Pembantu I di kongres Sumpah Pemuda itu.

10. Jong Bataks Bond

Jong Bataks Bond merupakan organisasi kepemudaan berlandaskan kesukuan yang berdiri pada tahun 1926. Sesuai namanya, Jong Bataks Bond berisi para pemuda yang berasal dari Suku Batak di Sumatera.

Menurut Agus Nugroho dkk., dalam Jong Bataks Bond: Proses Panjang Menuju Sumpah Pemuda (2013) Jong Bataks Bond adalah organisasi pecahan dari Jong Sumatranen Bond.

Beberapa tokoh yang terlibat dalam pembentukan Jong Bataks Bond termasuk Sanusi Pane, Amir Sjarifuddin Harahap, Adam Malik Batubara, Saleh Said Harahap, Arifin Harahap, dan lainnya.

Usai memisahkan diri dari JSB, Jong Bataks Bond langsung berpartisipasi dalam Kongres Pemuda 2. Jong Bataks Bond juga mengirimkan perwakilannya untuk ikut di kepanitiaan Kongres Pemuda 2.

Perwakilan Jong Bataks Bond di Kongres Pemuda 2 adalah Amir Sjarifuddin sebagai Bendahara yang juga mewakili organisasi PPPI.

11. Pemuda Kaum Betawi

Organisasi kepemudaan lainnya yang ikut serta dalam Kongres Pemuda 2 adalah Pemuda Kaum Betawi. Organisasi ini berdiri pada tahun 1927 di Batavia

Pemuda Kaum Betawi diketuai oleh Mohammad Tabrani yang kemudian digantikan oleh Abdul Chalik. Meskipun disebut dengan Pemuda Kaum Betawi, organisasi ini terbuka untuk umum bukan hanya pemuda asal Betawi saja.

Pada Kongres Pemuda 2, Pemuda Kaum Betawi berperan penting dalam merealisasikan Indonesia Muda. Hal ini karena organisasi tersebut sama-sama setuju melakukan fusi seperti beberapa organisasi lainnya, yaitu Jong Celebes dan Jong Java.

Susunan Panitia Kongres Pemuda 2

Kongres Pemuda 2 bisa berjalan dengan sukses salah satunya berkat kerja para panitianya. Adapun susunan panitia Kongres Pemuda 2 melambangkan kolaborasi dan persatuan.

Pasalnya, para panitia yang terlibat di Kongres Pemuda 2 berasal dari berbagai organisasi pemuda daerah. Masih dikutip dari situs Museum Sumpah Pemuda, berikut susunan panitia Kongres Pemuda 2:

    • Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI)
    • Wakil Ketua: R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
    • Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond dan PPPI)
    • Pembantu I: Johan Mahmud Tjaja (Jong Islamieten Bond)
    • Pembantu II: R. Katja Soengkana (Jong Indonesia)
    • Pembantu III: R.C.L. Senduk (Jong Celebes)
    • Pembantu IV: Johannes Leimena (Jong Ambon)
    • Pembantu V: Mohammad Rochjani Su’ud (Pemuda Kaum Betawi dan PPPI)

Ikrar Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda merupakan peristiwa sejarah penting yang menjadi penggerak kaum pemuda untuk kemerdekaan Indonesia. Ikrar Sumpah Pemuda sendiri lahir lewat pembahasan di Kongres Pemuda 2 yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928.

Sumpah Pemuda memuat nilai-nilai penting terkait nasionalisme dan semangat persatuan para pemuda Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan. Berikut ini bunyi ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan di Kongres Pemuda 2 tanggal 28 Oktober 1928:

Pertama

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Baca juga artikel terkait KONGRES PEMUDA 2 atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Pendidikan
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Dhita Koesno