Menuju konten utama

Iran-AS Sepakat Damai dan Akan Buka Selat Hormuz Bertahap

Pakistan menyebut Iran dan AS akan meneken kesepakatan damai. Penandatanganan dijadwalkan 19 Juni di Swiss.

Iran-AS Sepakat Damai dan Akan Buka Selat Hormuz Bertahap
Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, 20 April 2026.. REUTERS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif menyampaikan setelah melalui serangkaian perundingan intensif, Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan jika Iran dan AS telah sepakat berdamai. Sementara itu, Teheran belum mengumumkan secara gamblang.

Lewat unggahan di akun X miliknya @CMShehbaz pada Senin (15/6/2021) Sharif menyebut kedua negara sepakat untuk menghentikan seluruh operasi militer secara permanen dan segera di semua medan konflik, termasuk di Lebanon.

Iran dan AS Sepakat Damai, Kata Pakistan

PM Shehbaz Sharif menyebut bahwa penandatanganan resmi perjanjian akan dilaksanakan pada 19 Juni 2026 di Swiss, setelah dilakukan sejumlah pertemuan teknis dan pembahasan implementasi oleh para mediator.

“Setelah pembicaraan intensif, dengan senang hati kami mengumumkan bahwa Kesepakatan Perdamaian antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI. Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.Upacara penandatanganan resmi akan diadakan pada hari Jumat, 19 Juni di Swiss,” tulis PM Pakistan Shehbaz Sharif.

Dalam pernyataannya, Sharif memberikan apresiasi kepada Qatar, Arab Saudi, dan Turki yang disebut berperan dalam proses mediasi, sekaligus menegaskan bahwa diplomasi telah berhasil menggantikan jalur konfrontasi militer.

“Kami juga ingin menyampaikan apresiasi tulus kami kepada saudara-saudara kami dalam upaya mediasi ini, kepemimpinan hebat Negara Qatar, atas dukungan mereka dalam mencapai kesepakatan ini. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih khusus kepada kepemimpinan visioner Kerajaan Arab Saudi dan Republik Turki atas kontribusi besar mereka dalam hal ini,” lanjutnya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui unggahan di akun Truth Social @realDonaldTrump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai dan siap dilaksanakan.

Salah satu poin paling penting dalam pernyataannya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak! Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” tulisnya, dikutip Senin (15/6).

Dalam unggahan berikutnya, Trump menggambarkan perjanjian ini sebagai pencapaian diplomatik bersejarah yang menurutnya gagal dicapai oleh banyak presiden Amerika sebelumnya. Ia menilai kesepakatan tersebut akan membawa perdamaian dan keamanan yang lebih besar bagi kawasan Timur Tengah.

“Kesepakatan Besar ini akan membawa Perdamaian dan Keamanan ke seluruh Kawasan. Banyak presiden telah mencoba untuk berdamai dengan Iran, dan semuanya gagal sebelum saya. Para Pemimpin Kawasan, untuk pertama kalinya, telah menemukan seorang Presiden yang dapat membantu mereka mencapai Perdamaian sejati,” ucapnya.

Trump juga menekankan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz setelah penandatanganan perjanjian pada Jumat pekan ini akan memungkinkan operasi pembersihan ranjau laut dan pemulihan penuh arus perdagangan energi dari kedua arah.

Kata Teheran Soal Kesepakatan Damai

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, memuji apa yang disebutnya sebagai keberhasilan militer negaranya saat mengonfirmasi bahwa Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) telah disepakati.

Semua pihak, termasuk Pakistan sebagai mediator, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut akan mencakup pencabutan penutupan Selat Hormuz oleh Iran serta penghentian blokade pelabuhan-pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, meskipun langkah tersebut kemungkinan tidak akan dilakukan secara langsung.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang pertama kali mengumumkan kesepakatan ini, mengatakan bahwa perjanjian tersebut juga menyerukan "penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon."

Namun, hal itu bisa menjadi tantangan besar. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda kesediaan untuk menghentikan operasi militer Israel terhadap Hezbollah di Lebanon.

Bahkan, dalam sepekan terakhir, dua serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut sebagai respons atas roket Hezbollah yang melintasi wilayah utara Israel hampir menggagalkan seluruh proses perdamaian. Iran disebut hanya selangkah lagi membalas dengan serangan rudal baru terhadap Israel, namun memilih menahan diri demi memastikan kesepakatan dapat terwujud.

Melalui unggahan di akun X miliknya, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan jika Republik Islam Iran adalah negara berdaulat dan tidak akan tunduk pada kekuatan manapun.

“Kami tidak akan menundukkan kepala di hadapan kekuatan mana pun, tetapi kami menganggap diri kami bertanggung jawab dan akuntabel kepada bangsa Iran dan tuntutan sah mereka. Tentu saja, yang kami maksud dengan 'rakyat' adalah seluruh rakyat Iran, bukan faksi atau kelompok tertentu,” tulisnya pada Senin (15/6).

AP News melaporkan jika Pemerintah Iran menegaskan bahwa implementasi perjanjian tidak akan dimulai sebelum dokumen resmi ditandatangani pada Jumat, 19 Juni 2026.

Sebelum penandatanganan tersebut, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan teknis guna membahas mekanisme pelaksanaan dan memastikan seluruh pihak memahami kewajiban masing-masing.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra