Menuju konten utama

Menjajal Manisan Pop Bakery di Pulau Sentosa, Singapura

Toko buka pada pukul 11.00 siang hingga 9.30 malam waktu setempat setiap Senin-Kamis dan 10.00 siang hingga 9.30 malam pada saat Jumat-Minggu.

Menjajal Manisan Pop Bakery di Pulau Sentosa, Singapura
Twinkle-Twinkle. tirto.id/ Andrian Pratama Taher
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sore itu, Selasa (28/7/2026), beberapa tamu bersorak gembira saat salah satu pintu di ruangan kafe dibuka. Keluar lah Twinkle-Twinkle, maskot kafe tersebut. Pengunjung satu kafe pun semakin riuh ketika Twinkle-Twinkle melambaikan tangan dan berputar-putar sambil menari. Warna kuning dan mata bulatnya begitu menggemaskan, seakan ingin memeluknya dengan erat.

Tidak lama setelah perkenalan, pembawa acara menemaninya berkeliling, bertemu dengan para tamu tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. Beberapa ada yang berasal dari Vietnam, Thailand, hingga Australia. Saya pun ikut disambut Twinkle-Twinkle. Kami sempat berfoto bersama hingga sedikit dansa.

Pengalaman itu yang saya rasakan saat kami mengunjungi Pop Bakery, salah satu kafe yang dibuka di kompleks Resort World Sentosa, Singapura pada 30 Juli 2026. Saya bersama beberapa jurnalis dalam negeri diajak platform Traveloka yang berkolaborasi dengan Resort World Sentosa untuk merasakan menu kafe Pop Bakery sebelum resmi dibuka. Selain jurnalis Indonesia, terlihat beberapa pemengaruh dan jurnalis asing dari Vietnam dan Thailand ikut diundang dalam pra-pembukaan toko yang lebih menitikberatkan pada dunia roti dan manisan.

Sebelum memasuki kafe Pop Bakery, saya terkagum dengan hiasan sekitar toko. Ada patung tokoh Molly dan Labubu yang menghiasi sekitar toko. Salah satu patung yang saya ingat adalah keadaan tokoh Labubu dimakan hiu. Sementara itu, pintu toko masih ditutup di lantai bawah. Beberapa pegawai terlihat masih melakukan penataan barang-barang. Di depan pintu tertulis toko tutup, buka pada 30 Juli.

Pop Bakery di Pulau Sentosa

Twinkle-Twinkle. tirto.id/Andrian Pratama Taher

Kemudian, saya diajak masuk ke lantai 2, tempat Pop Bakery. Saat masuk, para pramusaji langsung menyambut kami dengan hangat. Para pramusaji mengenakan kemeja hitam, ada pula yang mengenakan kemeja putih dengan blazer cokelat.

"Welcome," ujar mereka kepada tamu yang datang, Selasa (28/7/2026).

Setelah memasuki ruangan, saya melihat rak dengan makanan yang tersegel. Beberapa merupakan kue seperti The Monsters Butter Cookies dan Dimoo Butter Sable. Sementara itu, di seberang rak, beberapa makanan dipajang sebagai etalase. Salah satu yang saya ingat adalah Crybaby Caramel Milk Chocolate Strawberry White Chocolate. Sebab, dua tokoh itu terlihat menangis sambil berpelukan.

Pop Bakery di Pulau Sentosa

Makanan yang dijual di Pop Bakery. tirto.id/Andrian Pratama Taher

Kemudian, saya melihat etalase kafe. Di sana ada kue berbentuk kelapa dan pandan hingga boneka Labubu. Di bagian pemberitahuan ada pengumuman salah satu menu mereka, Twinkle Twinkle Mango Sago seharga 12 dolar Singapura. Saya pun diajak untuk menyaksikan beberapa makanan mereka langsung. Bentuknya unik-unik. Ada yang seperti patung monster, ada yang berbentuk buah, hingga kue kering. Beberapa minuman yang akan dijual juga ditampilkan kepada pengunjung.

Saya pun tidak ragu memanfaatkan momen tersebut. Beberapa foto saya ambil untuk mengabadikan makanan di kafe tersebut. Tidak lama berselang, kami diminta duduk. Kami pun ditawari mencicipi beberapa makanan yang akan dijual saat pembukaan. Twinkle Twinkle Sweet Coconut Mousse namanya. Makanan ini dibanderol 18 dolar Singapura.

Saat mencicipi makanan ini, cokelatnya benar-benar terasa, baik sisi luar yang seperti kulit kelapa maupun bagian dalamnya. Selain itu, ada bubble dan cokelat wafer mini menghiasi makanan.

Kemudian, saya dijamu dengan minuman Pandan Pop sebagai pendamping Mousse. Padanan yang pas bagi mereka yang ingin menikmati dessert ringan. Twinkle-Twinkle pun muncul, menemani kami saat menyicipi makanan.

Setelah menikmati dua manisan tersebut, saya langsung diberikan PUCKY Xiao Long Bao Dessert. Makanan dengan harga 18 dolar Singapura ini terdiri atas panna cotta susu kedelai yang lembut dan es krim, disajikan dengan biskuit batangan sebagai "sumpit" dan saus celup cokelat susu. Makanan ini rencananya hanya bisa dibeli di lokasi saja. Kemudian, sebelum pulang, saya diberikan The Monster Anniversary 10th Black Sesame Popsicle.

Pop Bakery ini akan melayani pengunjung dengan cara reservasi terlebih dahulu. Toko buka pada pukul 11.00 siang hingga 9.30 malam waktu setempat setiap Senin-Kamis dan 10.00 siang hingga 9.30 malam pada saat Jumat-Minggu. Setiap pengunjung diberi waktu selama 60 menit untuk makan dengan tidak ada batasan belanja. Sementara itu, pembelian secara takeaway juga dibolehkan.

Kemudian, pihak Pop Mart juga mengadakan kegiatan meet and greet pada jam 2-3 sore, jam 4-5 sore, serta jam 6-7 malam dengan batas pembelian minimal 40 dolar Singapura per orang dan 80 dolar Singapura per meja.

Pop Bakery di Pulau Sentosa

menu Twinkle Twinkle Sweet Coconut Mousse. tirto.id/Andrian Pratama Taher

Baca juga artikel terkait MAKANAN atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Flash News
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz