Menuju konten utama

PPIH Siapkan 3 Juta Paket Makanan Siap Santap selama Puncak Haji

Selama di Armuzna, jemaah haji akan menerima 15 porsi langsung siap santap yang bercita rasa Nusantara dengan total 3.082.200 paket.

PPIH Siapkan 3 Juta Paket Makanan Siap Santap selama Puncak Haji
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, menjelaskan soal makanan siap santap atau ready to eat (RTE). Abdul Aziz/MCH 2026.

tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyediakan sebanyak 3.082.200 paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk jemaah haji selama puncak haji. Selama di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jemaah akan menerima 15 porsi RTE yang bercita rasa Nusantara.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, mengatakan, penyediaan paket makanan tersebut dilakukan untuk menjaga stamina jemaah selama masa transisi dan mobilitas tinggi pada fase puncak haji.

“Total RTE yang kita butuhkan, terutama di Armuzna, totalnya sekitar 3.082.200 paket. Ini kita bagi dalam dua kategori besar,” ujar Jaenal kepada tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Daker Makkah, Selasa (19/5/2026).

Jaenal menjelaskan, kategori pertama disiapkan untuk kebutuhan pada hari-hari utama Armuzna, yakni 8 hingga 12 Dzulhijjah, dengan jumlah sekitar 1.849.680 paket. Paket ini disediakan oleh dua syarikah yang bekerja sama dengan PT Halalanto Iba dan Family Food.

“Yang melakukan kontrak dengan dua syarikah ini adalah PT Halalanto Iba dan Family Food. Seluruhnya sudah terdistribusi oleh dua syarikah,” kata Jaenal.

Sementara itu, kategori kedua disiapkan untuk kebutuhan pada 7, 8, dan 13 Dzulhijjah dengan jumlah sekitar 1.232.520 paket. Paket ini diproduksi oleh industri makanan dari Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan di Arab Saudi.

Menurut Jaenal, penyediaan makanan dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi kendala pasokan bahan baku akibat situasi geopolitik global.

“Kemarin karena adanya geopolitik dan kenaikan bahan baku, kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman,” kata dia.

Jaenal mengatakan, sebagian besar paket makanan kini sudah tersedia di dapur penyedia dan segera didistribusikan ke hotel-hotel tempat jemaah menginap.

Adapun menu yang disiapkan disesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Beberapa di antaranya ialah gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.

“Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia,” kata Jaenal.

Jaenal memastikan makanan RTE tersebut dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan ataupun diolah kembali.

Lebih lanjut, Jaenal meminta para petugas turut memberikan edukasi kepada jemaah agar memahami cara konsumsi makanan siap santap tersebut.

Menurut dia, paket makanan RTE memiliki daya tahan hingga 18 bulan sehingga tetap aman dikonsumsi selama masa operasional haji.

“Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi,” kata dia.

Jaenal berharap penyediaan makanan siap santap tersebut dapat membantu jemaah lebih fokus menjalankan ibadah selama puncak haji.

“Mudah-mudahan jemaah bisa nyaman beribadah dan fokus karena kebutuhan makan selama Armuzna tercukupi,” kata dia.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher