tirto.id - Jemaah haji Indonesia akan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 atau 26 Mei 2026. Jemaah diminta agar fokus beribadah dan berdoa selama berada di Padang Arafah, serta tidak main handphone pada jam 12.00 WAS hingga magrib.
Pesan tersebut disampaikan Musyrif Diny Kemenhaj RI cum salah satu pengasuh pesantren Lirboyo Kediri, KH Abdullah Kafabihi Mahrus. Kiai Kafabihi menyebut teknologi seperti handphone sejatinya digunakan untuk memudahkan berkomunikasi bukan menggangu kekhidmatan ibadah.
“Jadi, ketika di Arafah nanti kita sudah menghindari dari main handphone pada waktu jam 12 siang sampai maghrib,” kata Kiai Kafabihi kepada Media Center Haji di Makkah dikutip pada Selasa (19/5/2026).
Kiai Kafabihi mengatakan imbauan penggunaan handphone di jam tersebut bertujuan agar jemaah haji Indonesia dapat fokus dan mengoptimalkan waktu di Arafah dengan melakukan ibadah.
“Yaumul Arafah [hari Arafah] itu supaya kita gunakan dengan sebaik-baiknya untuk doa, untuk berdzikir, atau baca sholawat,” kata Kiai Kafabihi.
Kiai Kafabihi juga mengungkapkan Arafah sendiri merupakan tempat dan waktu yang mustajab untuk bermunajat sehingga dia mengingatkan jemaah untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk berdoa.
“Kalau di Indonesia, hanya waktu saja yang mustajab, seperti sepertiga malam. Tapi, kalau di Tanah Suci, ini ada waktu mustajab dan ada tempat mustajab yang bisa digunakan sebaik-baiknya,” kata Kiai Kafabihi.
Terakhir, Kiai Kafabihi mengajak jemaah haji Indonesia untuk tidak melakukan panggilan video saat di Arafah.
“Kalau misal mereka hanya mengamini setiap doa yang diucapkan oleh jemaah haji Indonesia di Arafah, itu tidak apa-apa,” kata dia.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id



























