Menuju konten utama

Menyusuri Terowongan Mina, Jalur Jemaah Haji Menuju Jamarat

Terowongan Mina memiliki fasilitas eskalator yang letaknya berada di tengah-tengah terowongan dan ada klinik yang berlokasi di antara dua terowongan ini.

Menyusuri Terowongan Mina, Jalur Jemaah Haji Menuju Jamarat
Terowongan Mina yang menjadi jalur pergerakan jemaah haji Indonesia menuju jamarat lantai 3 untuk melempar jumrah. PPIH Arab Saudi pada Minggu (17/5/2026) mengecek jalur ini. Foto/Media Center Haji (MCH) 2026.

tirto.id - Jemaah haji Indonesia yang mabit atau tinggal di tenda Mina akan melewati dua terowongan untuk menuju jamarat, tempat melempar Jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha pada 10 Dzulhijjah dan Hari Tasyrik nanti.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, mengatakan, bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai tiga. Semua berawal dari Terowongan Muaisim menuju jamarat melewati dua terowongan Mina.

"Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim," kata Harun usai mengecek jalur pergerakan jemaah Mina menuju Jamarat, Minggu (18/5/2026) sore.

Saya bersama sejumlah petugas PPIH Arab Saudi berkesempatan melakukan pengecekan jalur pada Minggu (17/5/2026). Dari tenda terdekat di Zona 3, kami berjalan menyusuri dua terowongan Mina (kalau pulang-pergi melewati 4 terowongan) yang akan dilalui jemaah haji Indonesia untuk melempar jumrah.

Dua terowongan Mina ini dibuat satu arah. Sehingga jemaah yang hendak kembali ke tenda usai melempar jumrah, harus lewat terowongan berbeda yang lokasinya berdekatan.

Terowongan Mina ini memiliki fasilitas eskalator yang letaknya berada di tengah-tengah terowongan. Selain itu, terdapat fasilitas kesehatan atau klinik yang berlokasi di antara dua terowongan ini.

Harun mengatakan, petugas yang berjaga harus menanyakan kepada jemaah apakah tinggal di tenda Mina atau kembali ke hotel bagi yang ikut skema tanazul. Jika jemaah kembali ke tenda, maka arahnya akan berputar terus melalui pintu yang keluar, langsung masuk terowongan lagi.

"Jadi nanti jemaah setelah melakukan jumrah aqabah, wustha, dan ula, dia akan menuju terowongan lagi, masuk terowongan pertama, terowongan kedua, langsung ke depan tenda mina yang tadi kita ada di sana," kata Harun.

Selain itu, Harun juga mengimbau jemaah agar tidak panik saat berada di jalur terowongan, bila lampu tiba-tiba mati. Jika kasus ini terjadi, Harun minta agar jemaah yang bersangkutan menepi ke pinggir. Tujuannya agar tidak terjadi bentrokan saat suasana gelap dan semua orang mencari jalan keluar.

Terkait pemetaan wilayah maktab, Harun menyebutkan, sebagian besar jemaah haji Indonesia menempati wilayah Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim. Mereka terbagi ke dalam 61 markas, mulai dari maktab kecil di wilayah bawah hingga maktab besar di wilayah atas.

Sementara itu, untuk skema tanazul atau langsung pulang ke hotel setelah lempar jumrah aqabah, rencananya akan ditempatkan di Zona 5 dan saat ini masih dalam tahap perumusan final sebelum diumumkan secara serentak.

Berdasarkan pengalaman di lapangan, jemaah haji setidaknya akan menempuh jarak sekitar 4,5 km menuju pintu jamarat lantai 3 (pulang-pergi). Jarak ini belum menghitung area jamarat dan jarak dari mulut terowongan ke tenda-tenda jemaah.

Terowongan Mina

Terowongan Mina yang menjadi jalur pergerakan jemaah haji Indonesia menuju jamarat lantai 3 untuk melempar jumrah. PPIH Arab Saudi pada Minggu (17/5/2026) mengecek jalur ini. Foto/Media Center Haji (MCH) 2026.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher