tirto.id - Jemaah haji Indonesia akan mendapatkan makanan siap saji atau ready to eat (RTE) selama puncak haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Jemaah bisa langsung mengonsumsi RTE tersebut, tanpa perlu memasak ataupun dipanaskan.
"Ini [paket makanan untuk puncak haji] sudah bisa langsung dibuka, dimakan. Tidak perlu dipanaskan," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Jaenal Effendi, kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Daker Makkah, Selasa (19/5/2026).
Jaenal menunjukkan contoh makanan siap santap atau RTE yang dimaksud. Berdasarkan menu yang ditunjukkan Jaenal, makanan siap saji tersebut bercita rasa nusantara, apalagi, tiga dari lima perusahaan yang memproduksi RTE ini adalah perusahaan asal Indonesia. Menu-menunya pun beragam, mulai dari nasi uduk dan daging, kari ayam, rendang.
Selain tak perlu dimasak, kata Jaenal, makanan itu juga dibagikan dengan kemasan yang bisa dijadikan wadah makan.
"Khawatirnya ada jemaah yang tidak terbiasa makan makanan RTE ini, nanti ada petugas yang menyampaikan bahwa ini tinggal dibuka, digunting, langsung dimakan," kata Jaenal yang juga Wakil Penanggung Jawab IV PPIH Arab Saudi ini.
Meskipun berada di Tanah Suci, makanan-makanan RTE itu pun tetap memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Artinya, minimal 50% dalam paket makanan itu merupakan barang dari Indonesia.
Makanan siap santap ini akan diberikan pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H; atau pada 24, 25, dan 30 Mei 2026. Artinya, sebelum jemaah pergi ke Arafah dan setelah selesai melempar jumrah di Mina, makanan siap santap sudah tersedia di hotel.
PPIH Arab Saudi juga memastikan bahwa konsumsi siap santap akan didistribusikan ke seluruh hotel jemaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau pada 23 Mei 2026.
"Dari dapur [paket makanan siap santap] akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jemaah kita bisa tenang dalam melakukan ibadah. Masih ada sampai tanggal 6 [Dzulhijjah] nanti untuk menyiapkan segala sesuatunya," ujar Jaenal.
Ketika jemaah haji berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, penyediaan makanan dilakukan oleh pihak syarikah atau perusahaan penyelenggara layanan haji di Arab Saudi, yakni Rakeen Mashariq dan Albait Guest.
Rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan berlangsung mulai 8 Dzulhijjah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026, ketika jemaah haji mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Mulai 8 Dzulhijjah siang hingga 13 Dzulhijjah pagi atau saat puncak haji, makanan disediakan oleh syarikah. Lalu, setelah jemaah kembali ke hotel, konsumsi disediakan lagi oleh perusahaan yang menyediakannya di hotel-hotel Makkah.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id



























