Menuju konten utama

PPIH Terapkan Test Food Wajib Katering Jemaah Haji di Makkah

PPIH Daker Makkah mewajibkan proses pengetesan sampel makanan sebelum armada katering diperbolehkan mendistribusikannya ke hotel-hotel jemaah.

PPIH Terapkan Test Food Wajib Katering Jemaah Haji di Makkah
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, bersama Kepala Koki Perusahaan Katering Ahla Zad Company, M David Romadhon, memberikan keteramgan usai memeriksa persiapan peralatan dan bahan dapur yang akan digunakan untuk memasak makanan bagi jamaah haji Indoesia di Makkah, Arab Saudi, Rabu (29/4/2026). Kredit foto: Abdul Aziz/MCH 2026
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan prosedur standar operasional ketat bagi seluruh perusahaan penyedia katering yang jumlahnya ada 51 dapur bagi jemaah haji di Makkah. Hal ini sebagai mitigasi untuk mencegah risiko kesehatan.

Pengawasan berlapis ini mulai diintensifkan menjelang kedatangan 12 kloter perdana jemaah haji dari Madinah di Makkah pada Kamis (30/4/2026). Karena itu, PPIH Daker Makkah mewajibkan proses pengetesan sampel makanan sebelum armada katering diperbolehkan mendistribusikannya ke hotel-hotel jemaah.

Pengecekan sampel harian tersebut langsung dieksekusi oleh Seksi Konsumsi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Pemeriksaan difokuskan pada uji kualitas rasa, tingkat kematangan, dan higienitas menu nusantara yang disajikan.

"Jadi dalam SOP-nya, setiap kali pihak dapur itu menyediakan atau memasak makanan, itu nanti ada sampel yang diserahkan ke kantor Daker," kata Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, usai meninjau dapur Ahla Zad Company, Rabu (29/4/2026).

Ihsan menegaskan, filter kualitas ini tidak memberikan toleransi sedikit pun bagi penyedia katering yang berani bermain-main dengan standar. Salah satu dapur yang telah lolos inspeksi adalah Dapur Ahla Zad di wilayah Zaini. Dapur ini rencana akan memasok konsumsi bagi jemaah haji yang berada di wilayah Misfalah.

Konsumsi Makanan Jamaah Haji Indonesia

Tampilan boks konsumsi untuk jemaah haji Indonesia, dilengkapi dengan jam terakhir makanan harus dikonsumsi. Kredit foto: Abdul Aziz/MCH 2026

Fasilitas logistik berskala raksasa ini mampu memproduksi 6.150 porsi makanan dalam satu kali sesi operasional memasak. Kapasitas masif ini disiapkan untuk melayani jatah makan pagi, siang, dan malam secara konsisten tanpa henti.

Dengan jaminan mutu dari Daker Makkah, jemaah beserta keluarganya di Tanah Air tidak perlu mengkhawatirkan keamanan asupan konsumsi. Makanan yang diterima di kamar hotel dipastikan aman, sehat, dan memadai secara takaran nutrisi.

"Takaran ataupun gramasi dalam konsumsi itu insyaAllah sudah sesuai dengan kebutuhan gizi, memenuhi standar minimal kebutuhan jemaah," kata Ihsan.

Konsumsi jemaah haji akan diberikan tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam. Jemaah diimbau langsung mengonsumsi makanan yang telah diterima jemaah dan jangan disimpan. Sebab, makanan yang didistribusikan bagi jemaah tidak bisa disimpan lama.

Jemaah haji mesti memperhatikan tulisan di masing-masing boks. Misalnya untuk makan pagi maksimal dikonsumsi pukul 9.00 waktu Arab Saudi.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama