tirto.id - Jemaah haji Indonesia diimbau membawa barang yang dibutuhkan saja ketika naik bus shalawat ke Masjidil Haram. Sebab, kebiasaan jemaah haji Indonesia sering lupa dengan barang bawaannya, misal ketinggalan di bus atau di tempat lain.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi 2026, Syarif Rahman, saat dikonfirmasi Tim MCH di Kantor Daker Mekkah.
"Makanya kalau kami mengingatkan agar barang bawaan yang kira-kira tidak perlu, tidak usah dibawa ke masjid," kata Syarif mengingatkan, Rabu (29/4/2026).
Menurut Syarif, barang yang kira-kira berharga lebih baik ditinggal di hotel masing-masing. Menurut Syarif, yang justru harus dibawa jemaah saat naik bus shalawat adalah kartu rute. Lewat kartu rute ini, petugas bisa membantu mengarahkan jemaah bila salah naik bus atau rutenya tidak sesuai.
"Jadi mereka cukup mencocokkan kartu dan warna rute dengan nomor yang ada di stiker bis masing-masing. Itu pasti tidak akan tersesat," kata Syarif menambahkan.
Pada musim haji tahun ini, PPIH Arab Saudi menyediakan 21 rute dengan nomor 1 hingga 21. Tidak ada nomor kembar, sehingga jemaah yang ingin menggunakan bus shalawat tinggal mencocokkan kartu yang dipegang dengan nomor yang ada di badan bus.
Bus shalawat beroperasi 24 jam dan akan melayani 10 sektor yang tersebar di lima wilayah, mulai dari Syishah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, hingga Aziziyah. Jemaah tidak perlu memberikan tip bagi sopir karena mereka sudah dibayar lewat kontrak PPIH Arab Saudi dengan enam syarikah.
Sebagai informasi, jemaah haji Indonesia gelombang pertama dari sejumlah embarkasi akan mulai didorong ke Mekkah dari Madinah pada 30 April 2026. Ada 12 kloter yang dijadwalkan berangkat ke Mekkah, diawali dengan kloter 01 dari Embarkasi Yogyakarta atau YIA.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































