tirto.id - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah menyiapkan sejumlah klinik kesehatan bagi jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan. Namun, KKHI hanya memfasilitasi rawat jalan, tidak melayani rawat inap.
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, mengatakan, bagi jemaah haji yang memerlukan perawatan lebih lanjut, maka KKHI akan merujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Namun, jemaah tidak perlu khawatir karena KKHI sudah membentuk tim visitasi yang secara intens akan mengawal proses perawatan jemaah sakit di RSAS.
"Jadi yang membedakan dari tahun kemarin, tahun kemarin kami [KKHI] masih memungkinkan untuk rawat inap, tahun ini itu tidak ada rawat inap," kata Edi saat ditemui Tim MCH di Kantor KKHI Makkah di wilayah Aziziyah, Selasa (28/4/2026).
Pada pelaksanaan haji tahun ini, kata Edi, ada 122 personil tenaga kesehatan yang disiapkan KKHI Makkah. Jumlah ini tidak termasuk tenaga kesehatan kloter yang akan selalu membersamai jemaah.
Memurut Edi, jika mengacu kepada regulasi Arab Saudi, maka 5.000 jemaah haji itu harus ada satu klinik. Sehingga kalau dihitung akan ada sekitar 47 pos kesehatan yang akan dibuka di Makkah. "Nah ini 1 di KKHI, di sektor nanti ada 40, kemudian tambahannya nanti ada di Madinah dan ada di Armuzna," kata Edi.
Sistem Rujukan
KKHI Makkah dan sejumlah klinik satelit yang tersebar di 10 sektor di lima wilayah hanya menangani rawat jalan serta menangani pasien dengan kegawatdaruratan yang berbeda. Klinik satelit misalnya hanya menangani pasien dengan kategori 4 dan 5, sementara kategori pasien 3 sudah harus dirujuk ke KKHI."Jadi level 3 kita kelola di sini [KKHI di Aziziyah], level 4 dan 5 itu dikelola di sektor, di pos kesehatan satelit," kata Edi menjelaskan.
Mengapa demikian? Karena fasilitas di KKHI lebih lengkap dibanding dengan klinik satelit yang tersebar di sektor. Salah satunya klinik di KKHI dilengkapi radiologi dan laboratorium.
Secara sederhana, klinik satelit yang tersebar di 10 sektor di Makkah ini akan menangani pasien kategori 4 dan 5, sementara KKHI kategori pasien 3.
Sedangkan pasien kategori 1 dan 2 akan dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Edi mengatakan, KKHI dan klinik satelit tidak memfasilitasi rawat inap, hanya melakukan observasi selama 4 jam. Apabila perlu tindakan lebih lanjut, akan dirujuk.
"Tahun ini tidak ada rawat inap di KKHI. Semua berbasis rawat jalan, tindakan, dan rujukan,” kata Edi.
"Kalau levelnya sudah itu [kategori 1 dan 2], ini mesti dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi, enggak bisa di kita," kata Edi.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































