Menuju konten utama

KKHI Terapkan Layanan UCC 24 Jam Tanpa Fasilitas Rawat Inap

Apabila perlu tindakan lebih lanjut, KKHI akan merujuk pasien ke rumah sakit di Arab Saudi.

KKHI Terapkan Layanan UCC 24 Jam Tanpa Fasilitas Rawat Inap
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, saat ditemui Tim MCH di KKHI Makkah, Wilayah Aziziyah, Selasa (28/4/2026). FOTO/Abdul Aziz/MCH 2026
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dalam pelaksanaan ibadah haji 2026 menghadirkan sistem baru dengan konsep Urgent Care Center (UCC) selama 24 jam tanpa fasilitas rawat inap. Semua berbasis rawat jalan, tindakan, dan rujukan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, saat ditemui Tim MCH di kantor KKHI Makkah, Wilayah Aziziyah, Selasa (28/4/2026). Ini menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan penyelenggaraan haji tahun sebelumnya.

Edi memastikan seluruh personel kesehatan telah siap memberikan pelayanan terhadap jemaah.

"Total ada 122 personel, terdiri dari 54 di KKHI Makkah dan 68 lainnya tersebar di 10 sektor,” kata Edi menjelaskan.

Selain KKHI, pada pelaksanaan haji tahun ini, terdapat sejumlah klinik satelit yang tersebar di 10 sektor di lima wilayah. Klinik satelit ini akan menangani pasien kategori 4 dan 5, sementara KKHI kategori 3.

Sementara itu, pasien kategori 1 dan 2 akan dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Edi mengatakan KKHI dan klinik satelit tidak memfasilitasi rawat inap dan hanya melakukan observasi selama 4 jam. Apabila perlu tindakan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

"Tahun ini, tidak ada rawat inap di KKHI. Semua berbasis rawat jalan, tindakan, dan rujukan,” kata Edi.

Meski hanya menangani rawat jalan, tindakan, serta memberikan rujukan, KKHI tetap dilengkapi fasilitas radiologi dan laboratorium yang tidak tersedia di pos kesehatan sektor.

Selain itu, KKHI tahun ini juga memperkuat aspek legalitas layanan dengan menggandeng pihak ketiga, yaitu Saudi German Hospital, untuk memfasilitasi perizinan sesuai regulasi Pemerintah Arab Saudi.

“Setiap pelayanan kesehatan di Arab Saudi wajib bekerja sama dengan pihak ketiga. Tahun ini seluruh perizinan difasilitasi oleh Saudi German Hospital,” kata dia.

Berdasarkan ketentuan, setiap 5.000 jemaah harus dilayani oleh satu klinik. Dengan jumlah jemaah Indonesia, KKHI menyiapkan sekitar 47 pos kesehatan yang tersebar di Makkah, sejumlah sektor, Madinah, hingga Armuzna.

Dalam implementasinya, layanan kesehatan dibagi berdasarkan tingkat kegawatdaruratan. Kasus berat (level 1–2) langsung dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, level 3 ditangani di KKHI, sementara kasus ringan (level 4–5) dikelola di pos kesehatan satelit oleh tim kloter.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fadrik Aziz Firdausi