Menuju konten utama

Jemaah Haji Diminta Tak Abai Istirahat di Tengah Cuaca Ekstrem

PPIH Arab Saudi imbau jemaah haji 2026 tidak memforsir ibadah dan rutin minum air di tengah cuaca ekstrem demi hindari risiko heat stroke di Makkah.

Jemaah Haji Diminta Tak Abai Istirahat di Tengah Cuaca Ekstrem
Jamaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (9/6/2025). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mengimbau jemaah Indonesia agar tidak abai istirahat di tengah cuaca ekstrem. Sebab, antusiasme untuk beribadah seringkali membuat jemaah tidak menghiraukan kondisi tubuhnya.

Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH), Lansia, dan Disabilitas, Ridwan Siswanto, mengimbau jemaah agar bijak mengatur ritme ibadah dan tidak memforsir tenaga hingga kurang tidur demi menghindari risiko gangguan kesehatan serius.

Ia memahami perasaan bahwa haji adalah kesempatan sekali seumur hidup, sehingga membuat jemaah cenderung ingin menghabiskan setiap detik di dalam masjid. Namun, euforia ini tetap harus diimbangi dengan istirahat yang agar badan tetap sehat.

"Banyak jemaah fokusnya langsung ibadah begitu sampai di Madinah atau Makkah. Mereka merasa ini momen sekali seumur hidup, jadi fokusnya ibadah terus, digeber. Bahkan ada yang sampai semalaman hingga tahajud," kata Ridwan saat ditemui Tim MCH di Kantor Daker Makkah, Selasa (28/4/2026).

Ridwan menambahkan, semangat ini sering kali berbenturan dengan jadwal wajib dari kelompok terbang (kloter). Jika fisik sudah terkuras, jemaah dikhawatirkan tumbang saat harus mengikuti kegiatan lainnya.

Selain kurang tidur, kata Ridwan, petugas menemukan masalah lain seperti jemaah sengaja mengurangi minum. Banyak jemaah khawatir jika sering minum, mereka akan sering buang air kecil dan repot harus keluar-masuk masjid untuk wudhu kembali.

"Banyak jemaah yang takut wudhu-nya batal. Apalagi kalau sudah di dalam Masjidil Haram, posisi sudah nyaman di shaf depan, tiba-tiba kebelet kan repot. Mencari tempat wudhu itu jauh, belum tentu bisa kembali ke tempat semula karena pintu masjid banyak yang serupa," kata Ridwan.

Padahal, kombinasi antara cuaca panas, kelelahan, dan dehidrasi adalah pemicu utama terjadinya heat stroke. Petugas mengimbau jemaah untuk menerapkan metode minum berkala.

“Sering minum itu berkala setiap lima menit minum dua teguk, sehingga kecukupan cairan dalam tubuhnya itu terjaga," kata dia.

Petugas berharap jemaah tetap memprioritaskan kesehatan dan menjaga stamina agar tetap dalam kondisi prima hingga puncak haji mendatang.

Baca juga artikel terkait CUACA EKSTREM atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Siti Fatimah