tirto.id - Kantor Klinik Haji Indonesia (KKHI) menerjunkan tim visitasi khusus yang akan mendampingi jemaah haji Indonesia yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Jemaah haji pun diimbau tidak perlu khawatir bila sampai dirujuk dan dirawat di RSAS.
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekah PPIH Arab Saudi, Edi Supriyatna, menjelaskan tim ini akan rutin mengunjungi jemaah setiap hari guna memastikan kebutuhan mereka terpenuhi selama dirawat di RSAS.
“Visitasi itu artinya kami fasilitasi terkait dengan komunikasi, konsumsi. Biasanya, makanannya (di RSAS) kan roti dan lain-lain, ada yang tidak suka itu kami fasilitasi juga,” kata Edi di Kantor KKHI Makkah, di wilayah Aziziyah, Selasa (28/4/2026).
Selain urusan logistik, kata Edi, tim visitasi juga membantu aspek psikologis jemaah dengan menyambungkan komunikasi ke keluarga di Tanah Air melalui layanan video call.
“Jadi, tidak usah khawatir jemaah haji yang memang kondisinya dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Tetap kami akan lakukan pendampingan,” kata Edi.
Terkait tindakan medis terhadap pasien jemaah haji Indonesia, itu sepenuhnya menjadi wewenang pihak RSAS. Namun, KKHI akan terus menjalin koordinasi intensif.
"Kami hanya bisa melakukan konsultasi. Ini pasiennya kapan boleh pulang? Kalau sudah boleh pulang nanti kami akan menjemput, kemudian kami pulangkan," kata Edi.
Pada musim haji tahun ini, KKHI juga menghadirkan sistem layanan dengan konsep Urgent Care Center (UCC) yang beroperasi selama 24 jam tanpa fasilitas rawat inap. Sebanyak 122 personel dikerahkan untuk mendukung layanan ini, dengan rincian 54 orang di KKHI Mekah dan 68 lainnya tersebar di 10 sektor.
Guna memperkuat aspek legalitas layanan sesuai regulasi Pemerintah Arab Saudi, KKHI menggandeng pihak ketiga, yakni Saudi German Hospital. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh operasional klinik berjalan sesuai aturan setempat.
Berdasarkan ketentuan internasional, setiap 5.000 jemaah idealnya dilayani oleh satu klinik. Mengacu pada jumlah jemaah Indonesia, KKHI telah menyiapkan sekitar 47 pos kesehatan yang tersebar mulai dari Mekah, Madinah, wilayah sektor, hingga kawasan Armuzna.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































