Menuju konten utama

Bentrokan di Menteng: 1 Meninggal, Hoaks Rumah Ibadah Dirusak

Bentrokan di Jalan Tambak Menteng Jakarta Pusat memakan 1 korban jiwa. Polisi pastikan isu perusakan rumah ibadah hoaks dan tahan 3 orang.

Bentrokan di Menteng: 1 Meninggal, Hoaks Rumah Ibadah Dirusak
Ilustrasi Tawuran. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepolisian tengah menyelidiki kasus bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa yang berawal dari perselisihan antara warga dengan sejumlah oknum yang menempati lahan kosong ini mengakibatkan korban jiwa, korban luka berat, serta pembakaran bangunan dan kendaraan.

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menjelaskan kronologi awal insiden tersebut.

"Sekitar pukul 10 pagi tadi terjadi perselisihan antara pihak warga dan pihak oknum-oknum yang kebetulan menempati lahan kosong," kata Braiel di Jakarta pada Minggu (26/7/2026) seperti dikutip dari Antara.

Awalnya, polisi membawa dua korban luka ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penanganan medis. Namun, perkembangan terbaru mengonfirmasi bahwa salah satu korban tidak berhasil diselamatkan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi kabar duka tersebut.

"Iya benar. Informasi terbaru dari dua orang korban dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," kata Roby di Jakarta, pada Minggu.

Menurut Roby, satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis dan hingga saat ini menjalani perawatan intensif di RSCM.

Klarifikasi Isu Perusakan Rumah Ibadah

Di tengah simpang siur informasi yang beredar di media sosial, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada rumah ibadah yang dirusak dalam insiden ini. AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan bahwa pihaknya telah mengecek langsung lokasi dan berkoordinasi dengan pengurus rumah ibadah setempat.

"Tidak ada kejadian bahwa salah satu pihak merusak rumah ibadah. Kami sudah bersama Bapak Ustadz mengonfirmasi dan mengklarifikasi bahwa tidak ada perusakan terhadap rumah ibadah agar warga tidak terprovokasi dengan isu-isu liar," kata Braiel.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian.

Selain korban jiwa dan luka-luka, bentrokan tersebut mengakibatkan bangunan dan kendaraan terbakar. Saat ini, penyidik masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan objek yang terbakar serta penyebab pasti kebakaran.

Terkait dugaan pelaku pembakaran dan penetapan tersangka, polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Sejauh ini, tiga orang telah ditahan untuk dimintai keterangan dalam tahap pemeriksaan awal.

"Masih kami dalami. Dalam proses semuanya, mohon waktu dan mohon kami diberikan kesempatan untuk menyelesaikan penyelidikan ini," pungkas Braiel.

Baca juga artikel terkait KRIMINALITAS atau tulisan lainnya dari Rina Nurjanah

tirto.id - Flash News
Reporter: Antara
Penulis: Rina Nurjanah
Editor: Rina Nurjanah