Menuju konten utama

Piala Presiden: Antara Bola dan Gelanggang Perputaran Ekonomi

Tak hanya menyajikan pertandingan sepak bola, ajang Piala Presiden 2026 ini juga menjadi momen peluang meraih cuan besar untuk pelaku UMKM.

Piala Presiden: Antara Bola dan Gelanggang Perputaran Ekonomi
Kondisi geliat ekonomi sejumlah gerai UMKM Piala Presiden 2026 di sekitar Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). Nizar/tirto.id.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Matahari masih terlampau terik, ia berada tepat di atas kepala, dan pertandingan pembuka Piala Presiden 2026 bergulir beberapa jam lagi. Namun para steward tampak bergeming, mereka melenggang di gelanggang bak menantang sorot matahari.

Para penjaga tribun stadion itu seakan-akan tidak terganggu dengan terik sama sekali. Mereka terus mensterilkan area dan bersiaga sebelum laga di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/7/2026) mulai.

Satu di antaranya Agus Gordon. Namun saat itu bagian dirinya beristirahat sejenak. Mengenakan rompi berwarna kuning bertuliskan steward, dirinya tengah duduk seraya berbicara dengan seseorang dari seberang telepon.

Mereka terdengar membicarakan soal tiket masuk. Ia tidak bisa berbuat banyak. Tidak bisa menolong. Terlebih menurutnya setiap tahun gelaran Piala Presiden selalu mendapatkan animo tinggi dari masyarakat. Dalam hitungan hari, tiket masuk selalu habis secepat kilat.

Sementara itu, lelaki asal Batununggal ini kembali dipercaya menjadi penjaga keamanan tribun turnamen pramusim tersebut. Pengalaman sebagai panitia pelaksana Persib Bandung sejak 2010, bukanlah modal utama.

Namun, lebih jauh, perjalanannya bekerja di bidang keamanan dimulai sejak 1988. Semula ia sekadar menggeluti olahraga boxer atau tarung derajat. Ilmu bela diri keras asal Bandung ini, ia pelajari hingga menjadi profesi.

"Awalnya sekuriti di hotel. Terus berpindah-pindah. Pernah tempat hiburan malam. Mungkin sudah bidangnya. Dapat rezekinya mungkin di situ kan," cerita lelaki berusia 66 tahun ini kepada Tirto di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026).

Agus hanya tertawa ketika saya singgung bahwa dirinya bisa dianggap sebagai steward senior. Ia menggeleng dan menimpali dengan jawaban yang tidak kalah membuat senyum wajahnya makin merekah.

"Manggilnya juga bukan nama [Agus] lagi. Mereka sudah [manggil] Abah (Kakek). Ya, karena saya paling tua di sini," guraunya.

Newsplus Piala Presiden

Steward Piala Presiden, Agus Gordon (66) saat berasa di dalam Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). Nizar/tirto.id.

Ia bersama ratusan steward hari itu bertugas menjaga dua laga pembuka Piala Presiden 2026. Dimulai dengan pertandingan antara DPPM (klub asal Brunnei Darussalam) melawan Tampines Rovers FC (Singapura). Lalu mengawal juga pertandingan duel klasik antara Persib Bandung dan Arema Malang.

Meski paling tua, ia percaya diri bahwa yang berbicara adalah pengalaman.

"Kalau secara fisik, saya sudah tua. Tapi selalu ada cara melerai orang emosi. Karena saya dulu sudah terbiasa di dunia malam," lanjut Agus.

Meski begitu, pengalaman tak selamanya meninggalkan kesan manis. Beberapa terasa pahit baginya. Ia pernah terluka saat menjaga keamanan lantaran terkena lemparan botol kaca, handphone penonton melayang ke kepala, hingga terkena pukulan ketika melerai keributan.

"Pastilah berisiko. Tapi kan saya di situ tidak ada dendam. Tidak ada apa. Yang namanya pengamanan itu sudah risiko sehari-hari," katanya.

Ia pun mengaku kerap berbagi pengalaman dengan para steward muda. Menurutnya, risiko pekerjaan mereka tidak mudah. Agus selalu berpesan supaya menghilangkan rasa temperamental. Mereka harus tenang.

"Kalau yang namanya steward itu harus siap mental. Biasanya penonton itu banyak omongan yang sampai bilang yang bukan-bukan. Kasar lah segala macem. Namanya juga cari nafkah ya. Daripada maling. Daripada minta-minta," ucap Agus.

Newsplus Piala Presiden

Steward Piala Presiden, Agus Gordon (66) saat berasa di dalam Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). Nizar/tirto.id.

Dirinya hanya mengharapkan, sepanjang gelaran turnamen pramusim yang sudah memasuki edisi kedelapan ini dapat berjalan lancar. Terlebih Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengungkapkan, tiket seluruh tribun Stadion Si Jalak Harupat terjual habis. Hal tersebut menjadi bukti kompetisi ini bukan sekadar rentetan pertandingan angin lalu, tapi selalu berhasil menarik antusiasme masyarakat.

“Kami sudah cek juga, penonton antusiasmenya luar biasa. Tiket terjual 24 ribu. Full. Sold out. Kemudian segi keamanan kami berterimakasih. Kami sangat dibantu juga keamanan sipil, TNI dan Polri. Tinggal kita lihat pertandingannya seru atau enggak, lancar atau enggak,” ucap Tsamara kepada awak media di lokasi.

Seorang bobotoh asal Katapang bernama Bayu, mengaku sebagai salah satu calon penonton yang kehabisan tiket tersebut. Pengalaman menonton ke stadion pertama kali bersama sang anak nyaris saja pupus. Beruntung seorang teman menawari tiket lebih baginya. Tanpa pikir panjang, ia ambil.

"War tiket lewat daring, lewat aplikasi Persib, udah sold out semua. Dari semua pertandingan ke depan udah habis semua itu," ucap lelaki berusia 34 tahun ini kepada Tirto di salah satu gerai makanan sekitar Stadion Si Jalak Harupat.

"Saking banyaknya. Animo. Sudah kangen stadion orang-orang kayanya," lanjutnya.

Memakai kaos tim kebanggaannya, Persib Bandung, ia pun melenggang bersama sang anak yang baru menginjak usia 6 tahun. Beberapa langkah ke depan menuju pintu masuk stadion, tak ubahnya momen bersejarah bagi keduanya.

"Baru pertama. Pengin ngerasain atmosfer stadion. Biasanya kan 'bonjovi' (bobotoh lalajo dina tipi atau bobotoh penonton dari balik layar kaca) doang. Perasaannya vibe-nya enak gitu. 'Oh, ternyata gini stadion," ujarnya.

Newsplus Piala Presiden

Bobotoh asal Katapang, Bayu bersama sang anak menonton pertandingan untuk pertama kalinya secara langsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). Nizar/tirto.id.

Perputaran Ekonomi Selama Piala Presiden 2026

Siang itu orang-orang yang tiba sebelum bola ditendang, bukan cuman para penjaga keamanan maupun penyelenggara pertandingan. Melainkan mereka yang mencari mata pencaharian seperti Agus Gordon.

Pelaku usaha kecil makro dan menengah (UMKM), Nurhayati, menjalani hal serupa. Ia bersama sang suami dan keempat anaknya, sudah terlihat menyiapkan barang dagangan sejak tiba di area Stadion Si Jalak Harupat.

Tangan perempuan berusia 38 tahun itu amat telaten mengupas buah-buahan. Aneka ragam buah menjadi barang jualan mereka. Lini usaha keluarga yang sudah mereka tekuni nyaris 20 tahun ini, untuk kedua kalinya dapat berpartisipasi dalam perhelatan Piala Presiden.

Tentu apabila berbicara omzet, angkanya melonjak seiring lonjakan angka penonton yang semakin malam semakin meroket.

"Kebantu banget. Waktu dengar kebagian jadi UMKM di stadion, sampai nangis," ucapnya kepada Tirto di tempat dagangnya, Sabtu (25/7/2026).

Ia menuturkan ratusan porsi buah-buahan dan rujak tersebut telah mereka siapkan untuk menyambut laga pembuka turnamen tersebut. Harga yang mereka jual pun terjangkau, sebatas Rp10 ribu seporsi.

Momen ini pun menjadi peluang baginya untuk meraih pendapatan lebih besar.

"Sehari-hari biasa jualan di pinggir jalan aja. Gerobakan. Jauh banget kalau [jualan] di sini pendapatannya," tuturnya.

Seperti halnya Nurhayati, persiapan juga terlihat di dalam gerai kecil yang menyediakan kudapan khas milik Iis Rohimah dan Siti Jenab. Keduanya tampak saling bahu membahu saat melayani pembeli di area Stadion Si Jalak Harupat itu. Bahkan terkadang nyaris kewalahan, sesekali sampai mengulang pesanan.

Siti juga menyediakan kudapan ringan di gerainya. Perempuan berusia 57 tahun ini mengaku kewalahan dengan banjirnya pesanan penonton sebelum laga. Namun, Piala Presiden berlangsung dari 25 Juli 2026 hingga 6 Agustus 2026 itu, ia masih memiliki banyak waktu untuk mengejar ketertinggalan supaya tidak lagi kewalahan.

“Kompor mau tambah. Meja mau tambah. Produk dagangan juga tambah. Persiapan dua kali lipat. Bakal lebih evaluasi lagi,” kata Siti dengan penuh percaya diri kepada Tirto di sela-sela melayani pelanggan.

Tak dinyana, produk rumahan ibu-ibu asal Kabupaten Bandung yang sudah berjalan selama 6 tahun itu juga banyak dilirik para pembeli. Dari puluhan produk yang mejeng di gerai mereka, ketika sore menjelang malam, diketahui menyisakan enam buah produk. Warga asal Dayeuhkolot ini mengaku, ada kudapan khas daerah lain yang disiapkan mereka.

“Cuma tadi orangnya sakit. Pertandingan selanjutnya, kami juga bakal mengeluarkan ulen bakar. Sebagai bagian produk khas UMKM jajanan jadul kami,” imbuhnya.

Newsplus Piala Presiden

Kondisi geliat ekonomi sejumlah gerai UMKM Piala Presiden di sekitar Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). Nizar/tirto.id.

Piala Presiden dan UMKM Naik Kelas

Tsamara Amany bilang, terdapat kriteria khusus bagi pelaku usaha yang berkesempatan menjajakan dagangannya di gerai UMKM Piala Presiden 2026. Ia memastikan, panitia juga tak menutup peluang bagi para pegiat usaha yang baru ‘menetas’.

Menurutnya, sedari awal perhelatan Piala Presiden diadakan pemerintah, UMKM selalu menjadi salah satu perhatian utama mereka. Pihaknya berharap ada penguatan ekosistem ekonomi rakyat yang lahir dari turnamen pramusim tersebut.

"Nomor satu adalah UMKM lokal yang memang cukup dikenal. Kemudian UMKM yang naik kelas, dan UMKM yang memang baru juga menetas. Jadi tiga kategori itu menjadi alat ukur kami dalam memilih,” ujarnya.

Sementera itu Ketua Steering Committe (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, memastikan, sejumlah UMKM yang berdagang di dalam area Stadion Si Jalak Harupat dapat memakai gerai secara gratis. Ia berharap pelaku usaha semakin meningkat.

“Ada 50 UMKM di Bandung dan Jakarta. Tadi saya tanya, omzetnya meningkat. Dan tidak dipungut sewa. Supaya UMKM di Indonesia semakin menyala,” ungkap Maruarar saat membuka laga Persib Bandung melawan Arema.

Newsplus Piala Presiden

Kondisi geliat ekonomi sejumlah gerai UMKM Piala Presiden di sekitar Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). Nizar/tirto.id.

Baca juga artikel terkait PIALA PRESIDEN atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - News Plus
Kontributor: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Bayu Septianto