Menuju konten utama

PPIH Pastikan Konsumsi Jemaah Haji di Makkah Penuhi Standar Gizi

Ihsan mengimbau jemaah haji beserta keluarganya di Indonesia untuk membuang rasa cemas terkait isu kekurangan stok logistik makanan di Arab Saudi.

PPIH Pastikan Konsumsi Jemaah Haji di Makkah Penuhi Standar Gizi
Tampilan boks konsumsi untuk jemaah haji Indonesia, dilengkapi dengan jam terakhir makanan harus dikonsumsi. Kredit foto: Abdul Aziz/MCH 2026
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, memastikan kesiapan layanan konsumsi bagi jemaah haji gelombang pertama yang akan tiba di Makkah, pada Kamis (30/4/2026). Salah satunya dengan mengecek langsung dapur Ahla Zad Company yang akan menyuplai konsumsi jemaah haji Indonesia yang berada di wilayah Misfalah.

Berdasarkan hasil peninjauan, dapur tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 6.150 porsi untuk satu sesi penghidangan. Kekuatan sarana dan prasarana ini diklaim sangat mumpuni untuk mengeksekusi ritme distribusi makanan sebanyak tiga kali dalam sehari.

"Jemaah Indonesia tidak perlu khawatir, makanan sudah kami siapkan setiap hari tiga kali sehari, dan menunya pun sudah disesuaikan dengan ahli gizi," kata Ihsan usai meninjau dapur, Rabu (29/4/2026).

Ihsan mengimbau jemaah haji beserta keluarganya di Indonesia untuk membuang rasa cemas terkait isu kekurangan stok logistik makanan di Arab Saudi. Besaran porsi dan komposisi nutrisi telah diukur secara presisi guna mengakomodasi kebutuhan energi orang dewasa selama beribadah.

Pemerintah juga meminta jemaah yang masih berada di embarkasi agar tidak lagi memenuhi koper mereka dengan beras atau bahan makanan mentah. Fasilitas layanan katering tahun ini dirancang agar jemaah bisa menikmati makanan hangat siap saji tanpa harus repot memasak.

"Jadi seluruh dapur yang menyediakan makanan untuk Indonesia, setiap kali menyediakan makanannya itu ada sampel yang disampaikan ke Kantor Daker," kata Ihsan.

Pengiriman sampel makanan ke kantor Daker Makkah ini merupakan prosedur wajib yang tidak bisa ditawar oleh pihak katering mana pun. Langkah ini memastikan setiap kotak nasi yang diterima jemaah memiliki kualitas, rasa, dan tingkat higienitas yang sempurna.

Konsumsi jemaah haji akan diberikan tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam. Jemaah diimbau langsung mengonsumsi makanan yang telah diterima jemaah dan jangan disimpan. Sebab, makanan yang didistribusikan bagi jemaah tidak bisa disimpan lama.

Jemaah haji mesti memperhatikan tulisan di masing-masing boks. Misalnya untuk makan pagi maksimal dikonsumsi pukul 09.00 waktu Arab Saudi.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher