Menuju konten utama

Daftar Maskapai Batal Terbang Dari-Menuju Bali Imbas Perang Iran

Pembatalan penerbangan dari dan menuju Bali oleh maskapai internasional terjadi akibat penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah.

Daftar Maskapai Batal Terbang Dari-Menuju Bali Imbas Perang Iran
Potret Bandara Ngurah Rai. (Foto: Humas Bandara Ngurah Rai)

tirto.id - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS)–Israel dan Iran berdampak luas terhadap industri penerbangan global. Salah satu dampaknya dirasakan di Indonesia, khususnya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang mencatat pembatalan sejumlah penerbangan internasional sejak perang meletus pada Sabtu (28/2/2026).

Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan penutupan ruang udara di beberapa negara Timur Tengah menyebabkan pembatalan penerbangan rute internasional.

Hingga Senin (2/3/2026) pukul 13.00 WITA, tercatat 15 penerbangan internasional dibatalkan, terdiri atas 8 penerbangan keberangkatan dari Bandara Ngurah Rai dan 7 penerbangan kedatangan menuju Bali.

"Dapat kami sampaikan bahwa hingga Senin, 2 Maret 2026 pukul 13.00 WITA, terdapat total 15 penerbangan rute internasional, 8 keberangkatan dan 7 kedatangan yang mengalami pembatalan penerbangan," ujar Gede, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/3/2026).

Pembatalan penerbangan tersebut melibatkan sejumlah maskapai internasional dengan rute menuju dan dari Timur Tengah.

Keberangkatan:

  1. Emirates EK369 STD 19.50 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) dengan status dibatalkan
  2. Etihad Airways EY477 STD 18.45 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Abu Dhabi (AUH) dibatalkan
  3. Qatar Airways QR963 STD 20.30 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Doha (DOH) dibatalkan
  4. Qatar Airways QR961 STD 02.10 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Doha (DOH) dibatalkan
  5. Emirates EK399 STD 00.25 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) dibatalkan
  6. Emirates EK369 STD 19.50 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) dibatalkan
  7. Etihad Airways EY477 STD 18.45 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Abu Dhabi (AUH) dibatalkan
  8. Emirates EK399 STD 00.25 WITA (2 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) dibatalkan

Kedatangan:

  1. Etihad EY476 STA 11.35 WITA (1 Maret) rute Abu Dhabi (AUH) ke Denpasar (DPS) dibatalkan
  2. Emirates EK368 STA 16.30 WITA (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan
  3. Emirates EK398 STA 22.20 WITA (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan
  4. Qatar Airways QR960 STA 22.50 WITA (1 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS) dibatalkan
  5. Qatar Airways QR961 STA 05.10 WITA (2 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS) dibatalkan
  6. Emirates EK368 STA 16.30 WITA (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan
  7. Emirates EK398 STA 22.20 WITA (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.

Lebih dari 3.000 Penumpang Terdampak

Berdasarkan data maskapai, sebanyak 3.197 calon penumpang keberangkatan terdampak pembatalan penerbangan internasional tersebut. Penanganan penumpang dilakukan sesuai kebijakan masing-masing maskapai penerbangan.

Sebagai langkah antisipasi operasional, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga telah menyiapkan pengaturan parking stand bagi pesawat terdampak, yang dialokasikan untuk 5 pesawat dari 3 maskapai.

"Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan. Kami turut menyediakan layanan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional, serta layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telefon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi," jelas Gede.

Meski terjadi pembatalan penerbangan internasional, Gede memastikan operasional bandara dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan normal dan optimal.

Seiring masih memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, InJourney Airports selaku pengelola bandara terus melakukan pemantauan kondisi ruang udara internasional. Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, serta aparat keamanan bandara.

"Untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara," tutup Gede.

Baca juga artikel terkait BALI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana