Menuju konten utama

Imigrasi Bali Antisipasi Overstay WNA Imbas Konflik Timteng

Kantor Imigrasi Ngurah Rai meminta WNA yang masa izin tinggalnya hampir atau telah berakhir akibat situasi darurat ini untuk melapor ke Kantor Imigrasi.

Imigrasi Bali Antisipasi Overstay WNA Imbas Konflik Timteng
Situasi imigrasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Minggu (01/03/2026). Foto: Humas Kantor Imigrasi Ngurah Rai.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kantor Imigrasi Ngurah Rai mengantisipasi kemungkinan terjadinya overstay (melebihi izin tinggal) bagi warga negara asing (WNA) yang terdampak oleh eskalasi konflik di Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026). Akibat dari eskalasi konflik tersebut, terjadi penutupan wilayah udara di sejumlah wilayah Timur Tengah.

“Kami terus memantau dinamika global ini secara intensif. Prioritas utama kami adalah memastikan bahwa meskipun terjadi gangguan jadwal penerbangan, proses administrasi keimigrasian bagi penumpang tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Potensi overstay oleh WNA tersebut disebabkan karena terdampak pembatalan sejumlah penerbangan sehingga tidak dapat meninggalkan wilayah Indonesia sesuai jadwal.

Untuk itu, Kantor Imigrasi Ngurah Rai meminta WNA yang masa izin tinggalnya hampir atau telah berakhir akibat situasi darurat penerbangan untuk segera melapor ke Kantor Imigrasi atau Pos Layanan Keimigrasian di bandara untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Penanganan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan mempertimbangkan adanya kondisi force majeure akibat gangguan penerbangan internasional.

Bugie memastikan imigrasi akan menangani setiap kasus secara profesional dan proporsional dengan tetap menjunjung prinsip kepastian hukum dan pelayanan publik.

“Kami mengimbau kepada seluruh calon penumpang tujuan internasional, khususnya transit Timur Tengah, untuk segera berkala memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai masing-masing, serta berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara,” katanya.

Berdasarkan pemantauan Kantor Imigrasi Ngurah Rai per Minggu (01/03/2026) pukul 01.00 WITA, terdapat lima penerbangan utama dari Bali yang terdampak, yakni Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963 dan QR961), dan Emirates (EK369 dan EK399).

Gangguan tersebut dianggap berpotensi menyebabkan perubahan arus penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, baik akibat pembatalan maupun pengalihan rute penerbangan. Oleh sebab itu, imigrasi Ngurah Rai mengaktifkan langkah-langkah siaga untuk memastikan pelayanan keimigrasian dapat berjalan lancar.

“Langkah yang dilakukan antara lain menempatkan personel tambahan pada area kedatangan dan keberangkatan internasional, guna mengantisipasi lonjakan antrean. Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan Angkasa Pura I, otoritas bandara, maskapai internasional, serta instansi terkait dalam menyikapi perubahan jadwal dan rerouting penerbangan,” ucap Bugie.

Selain itu, imigrasi juga melakukan pemantauan secara real-time terhadap pergerakan rute penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai dan sistem data penerbangan global. Terakhir, imigrasi juga melakukan pemutakhiran standar operasional prosedur dan aktivasi rencana kontinjensi dalam penanganan penumpang terdampak.

Sementara itu, pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai mengonfirmasi jumlah calon penumpang dari 5 penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan berjumlah 1.631 penumpang. Penanganan terhadap penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai kebijakan masing-masing maskapai.

“Namun demikian, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal,” kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Minggu (1/3/2026).

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Reporter: Sandra Gisela
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Farida Susanty