Menuju konten utama

Bandung yang Kembali Dihantui Kriminalitas bak 'Gotham City'

Akhir-akhir ini kasus kriminal, pencurian dan kekerasan di jalanan kerap terjadi di Kota Bandung, warga menyamakannya dengan Gotham City.

Bandung yang Kembali Dihantui Kriminalitas bak 'Gotham City'
Warenhuis de Vries adalah salah satu bangunan peninggalan Belanda di Jalan Asia Afrika Bandung. (FOTO/iStockphoto)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penyanyi sekaligus disk jockey, Hana Claudia resah ketika Kota Bandung mulai gelap. Padahal kedua pekerjaan itu tak jarang menuntutnya pergi dan pulang saat malam hari. Ia bisa menyelesaikan pekerjaan pada rentang waktu tengah malam atau dini hari.

Menurutnya belakangan ini, Kota Bandung pada waktu malam hari terasa lebih mencekam. Apalagi setelah banyaknya rentetan kejadian aksi kriminal jalanan dan begal.

Fenomena begal tersebut, sedikit banyak memberi Claudia rasa khawatir ketika pulang larut malam seusai bekerja. Ia bahkan sampai memesan tiga pengemudi ojek online sekaligus untuk menemani saat perjalanan pulang.

“Saya kebetulan ada kerjaan jadi singer. Abis nyanyi malam itu. Niatnya saya mau pulang cepat, ternyata teman-teman saya pada lanjut nonton bola. Saat itu [Senin] jam 02.10 dini hari. Saya ada kerjaan lagi besok,” ucap Claudia saat dihubungi kontributor Tirto, Selasa (21/7/2026).

Selain kian mencekam saat lewat tengah malam, ia juga khawatir dengan kondisi jalan yang begitu sepi. Mengingat kala itu laga final Piala Dunia 2026 sedang berlangsung. Lalu rasa khawatir kian bertambah ketika seorang teman mengirim pesan, seorang warga terkena begal tak jauh dari tempatnya bekerja.

“Temen ngabarin jam 01.58 ada yang dibegal di [Jalan] BKR. Tempat itu lumayan dekat dengan tempat kerja saya [Jalan Gudang Selatan],” ucapnya.

Ia pun was-was. Claudia lantas memesan ojek online saat itu juga untuk menemaninya pulang. Ketika para pengemudi ojek datang, mereka kaget dengan tujuan pemesanan perempuan berusia 21 tahun tersebut. Namun mereka tidak kaget dengan kasus begal.

“‘Oh di mana lagi [begal], biar saya share di grup,’ Jadi [pengemudi] emang udah pada tau gitu, sering ada begal,” ucapnya menirukan para pengemudi ojek.

Malam itu Claudia dikawal dengan tiga ojek online menuju arah Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Dugaannya benar. Kondisi jalan pada saat itu memang sepi juga minimnya lampu penerangan di sepanjang jalan.

“Alhamdulillah tidak terlalu mahal, Rp12 ribu sampai Rp15 ribuan,” sambungnya.

Bandung Makin Mencekam Layaknya 'Gotham City'

Berkaca dari tahun ke tahun, menurutnya kondisi saat ini lebih menakutkan. Teman-temannya juga kerap berbagi pengalaman saat menyusuri malam di sejumlah jalan di Kota Bandung. Ia pun menilai kondisi jalan yang gelap memperparah situasi.

“Saya ngerasa Bandung agak gelap. Jalanan gelap. Saya pulang lewat Braga, biasanya ada patroli, tapi kemarin enggak ngeliat. Enggak tahu ada mungkin, cuman saya enggak liat, mungkin ya,” ucapnya.

Ia juga mendapatkan informasi terkait patroli yang sedang dilakukan kepolisian. Claudia meminta polisi tidak hanya fokus di wilayah rawan begal, melainkan juga lokasi-lokasi yang tidak terjangkau CCTV seperti jalur jembatan layang.

“Lampu-lampu gelap di jalan. Semoga ditambahin lampu jalanan, sama yang paling khawatir, banyak flyover rawan begal,” pintanya.

Seperti halnya Claudia, Riza, seorang warga Bandung asal Gedebage ini mengutarakan kekhawatirannya perihal kondisi Kota Bandung ketika malam hari. Menurutnya, kini Ibu Kota Jawa Barat ini layaknya 'Gotham City'.

Bukan tanpa alasan, menurutnya, sebutan nama kota fiksi dalam komik Batman itu memang layak disematkan untuk Kota Bandung. Ya, Bandung 'Gotham City', kota fiksi yang kelam dan identik dengan kekacauan dan kriminalitas di film dan komik Batman.

Akhir-akhir ini berita terkait kasus kriminal, pencurian dan kekerasan di jalanan terdengar lebih nyaring daripada bayang-bayang indah dan harumnya Bandung yang dijuluki sebagai Kota Kembang.

“Sangat khawatir dan waswas. Jujur daerah saya termasuk zona rawan pembegalan dan aksi kekerasan. Rawan dengan tindak kejahatan, seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah terutama kepolisian,” ucap laki-laki usia 26 tahun ini saat dihubungi Tirto, Selasa (21/7/2026).

Ia juga mengaku bahkan pernah nyaris menjadi sasaran kekerasan di jalan. Beruntung ia dapat meloloskan diri saat dikejar gerombolan sepeda bermotor yang membawa benda tajam tersebut.

“Lalu kerabat dekat pernah mengalami pembegalan sampai dilarikan ke rumah sakit karena diperlukan perawatan. Tentunya ini menjadi catatan merah bagi pemerintah,” tegasnya.

Pemerintah Belum Serius

Menurutnya pemerintah perlu mengatasi masalah itu dengan lebih serius. Ia berharap mereka dapat segera membuat kebijakan dalam mengatasi tindak kejahatan. Kebijakan yang lebih konsisten serta pemenuhan fasilitas publik guna keamanan masyarakat.

Seperti peningkatan penerangan jalan, pemasangan CCTV di titik rawan, patroli rutin kepolisian, serta penegakan hukum yang tegas dan memberi efek jera bagi pelaku.

“Lalu koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dengan aparat keamanan. Jangan sampai terus menerus bertambah korban dan peran pemerintah tidak terasa bagi masyarakat,” harapnya.

Perbaikan PJU Terkendala Pembagian Kewenangan Wilayah

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bilang proses pengadaan dan pemasangan lampu jalan sedang dipersiapkan secara matang. Perbaikan dilaksanakan secara bertahap mulai triwulan ketiga hingga triwulan keempat tahun 2026.

Perbaikan itu sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Terlebih munculnya keluhan masyarakat yang menilai masih minimnya patroli dan banyaknya ruas jalan yang gelap sehingga dinilai rawan terhadap tindak kriminal, termasuk aksi begal.

Ia mengakui, masih terdapat sejumlah titik di Kota Bandung yang memiliki pencahayaan kurang memadai. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena berkaitan langsung dengan rasa aman masyarakat.

"Kalau soal jalan yang gelap, saya akui kita memang sedang mengolah anggaran sedemikian rupa agar bisa segera terang benderang kembali. Karena itu saya belum berani mengumumkan program khusus sampai pengadaannya benar-benar siap berjalan," ujar Farhan dalam keterangan resmi dikutip Tirto, Selasa (21/7/2026).

Muhammad Farhan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (15/4/2026). Foto: Akmal Firmansyah/Tirto.id

Menurutnya, pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) semestinya sudah dapat dilaksanakan lebih awal. Namun, setelah menjabat sebagai Wali Kota, Farhan memilih menyusun ulang skema penganggaran agar pelaksanaannya lebih efektif sekaligus dapat disinergikan dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Saya susun ulang. Pelaksanaannya baru dimulai pada triwulan ketiga dan keempat tahun ini. Tahun ini harus berjalan," tuturnya.

Namun percepatan penerangan jalan tidak bisa dilakukan sendiri Pemkot Bandung, lantaran beberapa ruas jalan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Oleh karena itu, koordinasi lintas pemerintahan menjadi langkah yang harus ditempuh agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan. Ia mencontohkan, Jalan Supratman yang telah dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta koridor Pasteur hingga Gedung Sate yang juga memerlukan pembagian kewenangan.

Sedangkan untuk Jalan Soekarno-Hatta, penanganannya melibatkan pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota secara bersamaan.

“Kami sedang berbagi tugas. Mana lampu yang ditangani pemerintah pusat, mana yang ditangani provinsi, dan mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Memang ada proses negosiasi administrasi sehingga membutuhkan waktu," katanya.

Farhan menargetkan seluruh lampu penerangan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta sudah dapat berfungsi pada triwulan keempat tahun ini. Ia menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu titik yang paling menjadi perhatian karena kerap dikeluhkan masyarakat.

"Saya juga setiap malam sangat khawatir terutama di Jalan Soekarno-Hatta, termasuk kawasan flyover dan sekitarnya. Itu salah satu titik yang rawan. Demikian juga kawasan Kiaracondong. Bahkan saya sendiri pernah ikut mengamankan kelompok pelaku begal di wilayah tersebut," ucapnya.

Ia berharap percepatan pembangunan PJU dapat mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan kota sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat ketika beraktivitas pada malam hari.

"Target kami bukan hanya membuat jalan menjadi terang, tetapi juga mengembalikan rasa aman masyarakat sehingga warga maupun pengunjung Kota Bandung dapat beraktivitas dengan nyaman," harapnya.

Jalan Asia Afrika Bandung

Suasana kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (21/4/2026). tirto.id/Muhamad Nizar.

Polisi Janji Lebih Rutin Patroli

Kapolrestabes Bandung, Kombes Dedi, mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan merasa cemas. Ia berjanji secara rutin menggelar patroli. Polisi juga berkomitmen menjaga situasi kamtibmas.

“Seluruh wilayah dalam monitoring kami. Kami imbau masyarakat Kota Bandung tidak perlu resah, cemas, khususnya untuk warga Bandung ataupun warga yang akan berlibur ke Kota Bandung,” ucap Dedi saat konferensi pers di Polrestabes Bandung, Selasa (21/7/2026).

Ia juga meluruskan informasi yang sempat tersebar di masyarakat, terkait beredarnya peta wilayah rawan begal di Kota Bandung. Pihaknya tidak pernah membuat dan menyebarluaskan zonasi tersebut.

“Pertama, saya katakan itu bukan dari institusi kepolisian. Kedua, saya sepenuhnya menjaga setiap jengkal wilayah Kota Bandung dengan menghadirkan Polri di tengah masyarakat untuk jamin rasa aman masyarakat,” tegasnya.

“Kami sudah menggelar patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan dengan melibatkan polsek jajaran. Kurang lebih dua pertiga kekuatan kami turunkan, dari sejumlah 2.600 personel secara bergantian,” pungkas Dedi.

SIMULASI PENGAMANAN PILKADA DI BANDUNG

Polisi menahan serangan massa saat simulasi pengamanan Pilkada serentak di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/2/2018). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pipit Rismanto, untuk memperkuat pengamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan tindak kriminal.

Menurut Dedi, langkah tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya kasus kejahatan jalanan.

“Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat,” ujar Dedi dilansir dari Antara, Selasa (21/7/2026).

Selain penguatan pengamanan oleh aparat, Dedi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda dan patroli lingkungan di tingkat RT dan RW guna mencegah terjadinya aksi begal, perampokan, maupun tindak kriminal lainnya.

Baca juga artikel terkait KOTA BANDUNG atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - News Plus
Kontributor: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Bayu Septianto