tirto.id - Mahasiswi Universitas Padjajaran (Unpad) berinisial GCR (20 tahun), diduga menjadi korban tindak pidana percobaan pencurian dengan kekerasan alias begal. Kasus ini telah ditangani Polsek Jatinangor.
Insiden itu terjadi di Gang Mawar 5, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Selasa (12/5/2026). Korban dibegal sekitar pukul 19.40 WIB.
Korban diancam menggunakan senjata tajam saat itu, namun melawan. Ia lantas berlari untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan. Namun, korban sempat terjatuh dan terlindas kendaraan pelaku.
Korban lalu melaporkan kejahatan yang dialaminya ke Polsek Jatinangor. Laporan itu lantas ditindaklanjuti.
"Saat ini anggota Polsek Jatinangor bersama Unit Reskrim Polres Sumedang tengah melakukan penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri identitas pelaku. Kami berkomitmen untuk mengungkap kejadian ini secara tuntas,” kata Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya dihubungi Tirto, Jumat (15/5/2026).
Awang mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas pada malam hari, dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat, mengetahui, atau mengalami tindak kriminalitas.
“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu melapor apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas,” jelasnya.
Kronologi Dugaan Begal Mahasiswi Unpad
Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya menerangkan kejadian bermula saat korban selesai membeli makanan dan akan kembali ke rumah kos. Namun, saat melintas di lokasi kejadian, korban dihampiri oleh seorang pelaku yang telah menunggu di sekitarnya dengan menggunakan sepeda motor.
Awang menjelaskan, pelaku lalu mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan mengancam korban agar tidak berteriak. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari sambil meminta pertolongan karena merasa takut dan terancam.
Akan tetapi, saat berupaya menghindar, korban tersandung sampai terjatuh, bahkan diduga sempat tersenggol atau terlindas kendaraan pelaku. Akhirnya, pelaku melarikan diri ke arah jalan utama.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet pada bagian lutut kanan dan kiri, serta luka lecet pada lengan kanan dan kiri. Selain mengalami luka fisik, korban juga syok dan trauma pascakejadian.
Setelah insiden, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Jatinangor. Petugas yang menerima laporan langsung melakukan serangkaian tindakan di antaranya menerima laporan, meminta keterangan saksi-saksi, mendatangi lokasi kejadian, serta melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku.
Korban Mendapatkan Pendampingan dari Kampus Unpad
Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, menjelaskan pihak kampus langsung berkoordinasi dengan program studi dan korban setelah informasi kejadian beredar di media sosial. Meski awalnya tidak ada laporan resmi kepada kampus, Unpad tetap melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap mahasiswa tersebut.
“Korban dalam kondisi baik, tidak mengalami trauma, masih aktif chat dan telepon, serta saat ini masih tinggal bersama teman-temannya di area kos,” jelas Dandi.
Ia menuturkan, berdasarkan penelusuran Direktorat Kemahasiswaan bersama tim K3L Unpad yang berkoordinasi dengan Polsek Jatinangor, korban diketahui merupakan mahasiswa aktif Unpad.
Unpad kemudian menjemput korban untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (RS Unpad). Ia menjelaskan, kampus akan membantu pembiayaan apabila ada layanan kesehatan yang tidak ditanggung BPJS mahasiswa.
“Unpad akan support bantuan dan layanan di klinik atau RS Unpad apabila diperlukan,” terangnya.
Lebih lanjut Dandi menambahkan, korban kini telah membuat laporan resmi ke kepolisian dengan pendampingan dari tim Unpad.
"Korban kemarin sudah membuat laporan resmi ke kepolisian, diantar oleh tim dari Unpad," ujar Dandi
Terkait keamanan, Dandi menerangkan, telah menyiagakan patroli keamanan dan kamera CCTV di sejumlah titik rawan, serta penambahan penerangan jalan di area kampus. Kampus juga akan meningkatkan kampanye keamanan melalui media daring maupun media luar ruang agar sivitas akademika lebih waspada terhadap situasi darurat.
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































