tirto.id - Kondisi Timur Tengah yang memanas akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mengakibatkan sejumlah penerbangan di Bandara Ngurah Rai di Bali mengalami pembatalan dan penundaan. Diketahui, per Sabtu (28/02/2026) terdapat sedikitnya delapan negara di kawasan Timur Tengah yang menutup wilayah udara mereka.
Negara-negara tersebut meliputi Israel, Irak, Iran, Yordania, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Penutupan wilayah udara tersebut dilakukan karena eskalasi kekerasan regional meningkat pesat, serta dilakukan sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan penerbangan, awak pesawat, dan penumpang.
Di samping itu, Suriah telah mengumumkan penutupan sebagian wilayah udaranya di selatan sepanjang perbatasan dengan Israel selama 12 jam.
“Meskipun demikian, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai secara umum tetap berjalan dengan normal,” kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, dalam keterangannya, Sabtu (28/02/2026) malam.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Bandara Ngurah Rai pada Sabtu (28/02/2026) pukul 21.00 WITA, terdapat 3 penerbangan yang mengalami pembatalan (cancelation), yakni Emirates EK369 dengan rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB), Emirates EK399 dengan rute Denpasar (DPS) menuju Dubai (DXB), dan Qatar Airways QR963 rute Denpasar (DPS) menuju Doha (DOH).
Sementara itu, terdapat pula 1 penerbangan yang mengalami penyesuaian berupa penundaan (postponed), yakni Etihad Airways EY477 dengan rute Denpasar (DPS) menuju Abu Dhabi (AUH). Untuk pembatalan dan penundaan tersebut, pihak manajemen Bandara Ngurah Rai mengeklaim telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk maskapai penerbangan terdampak.
“Utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaruan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara,” ucap Eka.
Bandara Ngurah Rai juga menyediakan layanan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional, serta layanan contact center untuk pembaruan informasi penerbangan.
“Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaruan informasi jadwal penerbangan,” tutupnya.
Untuk diketahui, pada Sabtu (28/02/2026), pukul 09.30 waktu Teheran (06.00 GMT), terjadi ledakan dari ibu kota Iran. Sejak serangan tersebut terjadi, wilayah udara Iran mengalami penutupan. Selang beberapa jam, Iran merespons dengan dua gelombang balasan kepada Israel.
Beberapa maskapai penerbangan Timur Tengah, seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways, merespons penutupan ruangan udara tersebut dengan menyesuaikan rute penerbangan.
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id



























