tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 4.638 gempa susulan pasca gempa utama M7,7 Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memperkirakan rangkaian gempa susulan (aftershock) ini masih berlangsung selama 3 hingga 4 minggu ke depan. Ia menyebut fase awal rangkaian gempa susulan masih menampilkan pola temporal yang kompleks dan belum sederhana.
"Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam," kata Wijayanto via siaran pers, Jumat (21/8).
Rangkaian gempa susulan ini beberapa kali memicu guncangan kuat berintensitas IV-VI MMI. BMKG mencatat guncangan signifikan terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan magnitudo 5,6, lalu berlanjut pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB dengan magnitudo 5,8.
Gempa signifikan kembali mengguncang pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB, juga berkekuatan M5,8. Guncangan tersebut menambah kerusakan pada struktur bangunan dan jembatan terdampak, sekaligus memicu tanah longsor di sejumlah titik.
Deretan Gempa Susulan di Flores NTT Hari Ini 21 Agustus 2026
Berikut daftar gempa yang terjadi di Flores sepanjang hari ini dengan kekuatan di atas magnitudo 4, menurut data BMKG:
- Gempa M5,3 pukul 01.12 WIB di 52 km timur laut Mbay, Nagekeo.
- Gempa M4,5 pukul 01.30 WIB di 50 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,1 pukul 02.15 WIB di 74 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,7 pukul 02.24 WIB di 42 km barat laut Mbay, Nagekeo.
- Gempa M4,6 pukul 02.53 WIB di 57 km timur laut Mbay, Nagekeo.
- Gempa M4,6 pukul 03.52 WIB di 80 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,0 pukul 05.25 WIB di 73 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,0 pukul 05.33 WIB di 43 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,0 pukul 05.46 WIB di 42 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,1 pukul 06.01 WIB di 55 km timur laut Labuan Bajo.
- Gempa M4,0 pukul 07.11 WIB di 53 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,0 pukul 07.22 WIB di 40 km timur laut Mbay, Nagekeo.
- Gempa M4,2 pukul 08.18 WIB di 37 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,6 pukul 08.38 WIB di 42 km timur laut Mbay, Nagekeo.
- Gempa M4,0 pukul 08.42 WIB di 55 km timur laut Mbay, Nagekeo.
- Gempa M4,1 pukul 09.17 WIB di 38 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,4 pukul 09.33 WIB di 42 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,4 pukul 11.05 WIB di 90 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,2 pukul 11.08 WIB di 77 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,2 pukul 11.38 WIB di 84 km barat laut Ruteng.
- Gempa M4,1 pukul 12.35 WIB di 42 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,2 pukul 12.48 WIB di 84 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,3 pukul 13.19 WIB di 40 km timur laut Mbay, Nagekeo.
- Gempa M4,6 pukul 13.20 WIB di 93 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,1 pukul 13.38 WIB di 43 km timur laut Mbay, Nagekeo.
- Gempa M4,0 pukul 14.34 WIB di 47 km timur laut Mbay, Nagekeo.
- Gempa M4,9 pukul 15.13 WIB di 84 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,8 pukul 15.30 WIB di 48 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,3 pukul 15.54 WIB di 43 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,1 pukul 17.31 WIB di 44 km timur laut Ruteng.
- Gempa M4,4 pukul 18.03 WIB di 47 km timur laut Ruteng.
Pola Sebaran Klaster Gempa Flores NTT
BMKG melalui kajian Dinamika Gempa Flores M7,7: Sebaran dan Klaster Gempa Susulan di Zona Flores Back-arc Thrust menyebut gempa susulan tidak tersebar merata, tapi membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7, tepatnya di utara Nagekeo, membentang mengikuti arah Sesar Naik Flores (Flores Back-arc Thrust). Klaster lain muncul di bagian barat zona sumber utama, di utara Kabupaten Manggarai.
Sebaran aktivitas ini juga bergeser dari waktu ke waktu. Pada hari pertama sampai keempat pasca gempa utama, guncangan menyebar merata di seluruh klaster dari timur ke barat. Memasuki hari kelima dan keenam, aktivitas seismik justru berpusat di klaster bagian barat, sementara klaster bagian timur mulai melandai secara bertahap.
Kajian tim Direktorat Gempabumi dan Tsunami BMKG memperkuat gambaran itu lewat relokasi hiposenter memakai metode double-difference. Hasilnya, gempa susulan mengelompok pada dua konsentrasi utama: satu di sekitar sumber gempa M7,7 dengan kedalaman dangkal-menengah, di mana geometrinya sejalan dengan bidang sesar naik Flores Back-arc Thrust.
Satu lagi berupa klaster rapat di bagian barat dengan kedalaman mencapai 30 km dengan karakter spasial berbeda dari konsentrasi utama. Tim peneliti masih mengkaji apakah klaster barat ini murni bagian dari rangkaian gempa susulan atau menyimpan mekanisme lokal tersendiri.
Kajian yang sama juga menyoroti karakter rangkaian gempa Flores: lima hari pertama pasca-gempa utama, jumlah kejadian belum menunjukkan pola peluruhan sederhana seperti hukum Omori-Utsu yang lazim berlaku pada rangkaian gempa susulan.
Meski begitu, tim BMKG menegaskan keberadaan gempa utama M7,7 yang jelas dominan membuat rangkaian ini lebih tepat disebut sebagai gempa susulan, bukan earthquake swarm atau kumpulan gempa tanpa gempa utama dominan.
Imbauan BMKG untuk Warga Flores NTT
BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan real-time selama 24 jam penuh, tujuh hari seminggu. Tim BMKG memantau jumlah kejadian, magnitudo, distribusi sumber gempa, arah pergerakan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa untuk memberi informasi akurat kepada masyarakat dan instansi terkait.
Menanggapi dinamika seismik ini, BMKG mengimbau warga terdampak tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu tanpa dasar yang jelas. Warga juga diminta menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa, serta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan lanjutan.
BMKG mempublikasikan pembaruan data gempa susulan dua kali sehari, setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB. Masyarakat bisa mengakses informasi resmi tersebut melalui kanal media sosial BMKG di Instagram, Facebook, dan WhatsApp Channel.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id







































