tirto.id - Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Safrizal ZA, meminta USK memperkuat inovasi, riset, penguasaan teknologi, dan pengembangan talenta untuk menghadapi perubahan menuju era Industri 5.0. Hal itu disampaikan Safrizal saat membuka rapat kerja USK di Ballroom Gayo Petro Hotel, Kota Takengon, Aceh Tengah, Jumat (2/10/2026).
Safrizal mengatakan transisi menuju Industri 5.0 mengubah sumber keunggulan yang dibutuhkan perguruan tinggi. Jika Industri 4.0 ditandai dengan perkembangan artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), big data, cloud computing, robotika, dan bioteknologi, Industri 5.0 menempatkan manusia, keberlanjutan, dan ketangguhan sebagai tiga pilar utama. Konsep tersebut juga menekankan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat peran manusia, bukan sekadar mengejar otomatisasi.
Menurut Safrizal, sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH), USK menghadapi lima tantangan untuk menjawab perubahan tersebut.
Pertama, USK perlu menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang dimiliki daerah. Ia mencontohkan komoditas pertanian Aceh Tengah yang menurutnya perlu didukung perguruan tinggi agar dapat menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Kedua, USK harus memperkuat penguasaan teknologi dan tidak hanya menjadi pengguna. Menurut Safrizal, kampus perlu menjadi kreator teknologi sekaligus memperbanyak lini bisnis untuk menghasilkan pendapatan yang dapat digunakan sebagai modal inovasi.
Ketiga, USK perlu memperbanyak riset yang dapat membuka peluang baru. Keempat, kampus harus mendorong talenta yang dimiliki agar menghasilkan karya bernilai bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun kebutuhan industri.
Kelima, USK harus mampu mengubah sumber daya menjadi keunggulan, kemudian mengembangkan keunggulan tersebut menjadi inovasi untuk menghadapi kompetisi global.
Lima tantangan tersebut, kata Safrizal, perlu diterjemahkan ke dalam target yang terukur di tingkat fakultas. Ia mengatakan setiap fakultas harus memiliki tanggung jawab untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam tema raker, yakni "Penguatan good university governance, hilirisasi dan inovasi riset berkelanjutan serta peningkatan IKU menuju USk bereputisi global".
Setiap tanggung jawab, lanjut dia, harus diukur dengan indikator tertentu. Kinerja dekan perlu dievaluasi jika target tidak tercapai, sementara capaian yang baik perlu diberikan apresiasi.
Safrizal juga menyoroti keterbatasan anggaran USK yang disebutnya sekitar Rp900 miliar. Menurut dia, kondisi tersebut membuat efisiensi dan inovasi menjadi kebutuhan. Ia juga meminta Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan di luar kampus agar sumber daya Aceh dapat dikembangkan menjadi keunggulan ekonomi.
"USK sering kita sebut besar. Kita harus bertanggung jawab atas nama besar itu. Aceh kaya tapi tak memiliki industri yang memadai untuk mengolah sumber daya Aceh medapatkan nilai tambah. USK harus mampu mendorong lahirnya industri yang menciptakan nilai tambah. Ini tugas Rektor. Beliau harus mampu berkomunikasi dengan stakeholder di luar kampus, supaya sumber daya bisa diubah menjadi keunggulan, " kata Safrizal.
Safrizal yang juga menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri itu secara khusus meminta USK memperkuat riset di sektor pertanian. Ia menilai Aceh memiliki potensi pertanian yang besar, tetapi masih bergantung pada pasokan benih dan bibit dari luar daerah.
"Kita selama ini impor semua kebutuhan. Kita hanya surplus padi sebelum bencana. Kampus harus mampu menciptakan benih dan bibit unggul untuk sektor pertanian. Supaya uang Aceh tidak semakin banyak mengalir ke luar, " imbuhnya.
Menurut Safrizal, pengembangan benih dan bibit unggul merupakan salah satu bentuk konkret peran perguruan tinggi dalam menciptakan nilai tambah dari sumber daya daerah. Dengan riset dan inovasi, USK diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya teknologi dan industri yang relevan dengan kebutuhan Aceh.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































