tirto.id - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengumumkan nama 76 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menjelaskan pemilihan 76 nama ini dipilih setelah melalui proses seleksi ketat yang dilangsungkan sejak Januari 2026 lalu.
Seluruh tahapan pembentukan Paskibraka 2026 didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
"BPIP telah melaksanakan seluruh tahapan Paskibraka atau pasukan pengibar bendera pusaka tahun 2026 sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka," kata Yudian, di Kantor BPIP, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Yudian menjelaskan program Paskibraka tidak hanya ditujukan untuk menyiapkan petugas pengibar bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, program tersebut juga merupakan bagian dari proses pengkaderan calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.
"Program Paskibraka merupakan pengkaderan calon pemimpin bangsa berkarakter Pancasila. Oleh karena itu, pembentukan Paskibraka adalah proses manajemen talenta nasional dari putra-putri terbaik bangsa yang diharapkan di masa depan menjadi pemimpin Indonesia di berbagai bidang yang berkarakter Pancasila," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yudian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia seleksi yang terlibat dalam proses rekrutmen dan seleksi calon Paskibraka 2026, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.
Ia menegaskan BPIP terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan seleksi setiap tahun dengan memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh peserta dari berbagai daerah melalui standar seleksi yang sama.
Sementara itu, BPIP mencatat sebanyak 119.441 peserta mendaftarkan diri melalui aplikasi Transparansi Paskibraka pada proses seleksi tahun ini. Seluruh tahapan dilakukan melalui platform digital tersebut untuk memastikan proses rekrutmen berjalan terbuka dan dapat dipantau secara akuntabel.
Proses pembentukan Paskibraka dilakukan secara berjenjang, dimulai dari seleksi tingkat kabupaten/kota, dilanjutkan ke tingkat provinsi, hingga verifikasi tingkat pusat.
Pada tahap awal, peserta mengikuti sejumlah seleksi yang meliputi administrasi, kesehatan, pembinaan ideologi Pancasila, inteligensia umum, kemampuan peraturan baris-berbaris dan kesamaptaan, serta kepribadian. Peserta terbaik dari masing-masing daerah kemudian mengikuti seleksi tingkat provinsi.
Dari proses tersebut, setiap provinsi menetapkan tiga pasang calon Paskibraka putra dan putri terbaik untuk mengikuti verifikasi tingkat pusat.
Selanjutnya, sebanyak 220 peserta dari 38 provinsi mengikuti verifikasi calon Paskibraka tingkat pusat yang digelar di Jakarta pada 15-19 Juni 2026. Tahap ini menjadi proses akhir untuk memastikan calon yang terpilih memenuhi seluruh persyaratan dan memiliki kesiapan menjalankan tugas kenegaraan.
Yudian menjelaskan verifikasi tingkat pusat mencakup lima aspek utama, yakni kesehatan, parade dan peraturan baris-berbaris, kepribadian, minat dan bakat, serta wawancara.
Untuk verifikasi kesehatan, BPIP melibatkan 80 tenaga medis yang terdiri atas 43 dokter spesialis dan 37 tenaga kesehatan dari rumah sakit pemerintah maupun swasta. Sementara itu, verifikasi parade dan peraturan baris-berbaris melibatkan unsur TNI dan Polri.
Adapun penilaian aspek psikologis dilakukan oleh tujuh psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia. Sementara verifikasi minat dan bakat melibatkan unsur Duta Pancasila Paskibraka Indonesia.
Untuk tahap wawancara, BPIP membentuk Tim Panitia Penentuan Akhir (Pantuhir) yang terdiri atas 13 unsur pimpinan BPIP dan dibagi ke dalam tiga tim.
Menurut Yudian, pembagian peserta kepada masing-masing tim dilakukan melalui mekanisme undian bergilir guna menjaga objektivitas dan transparansi proses seleksi.
"BPIP memastikan bahwa seluruh proses pembentukan Paskibraka Tahun 2026 dilaksanakan secara objektif, independen, dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme," tutup Yudian.
Berikut daftar 76 calon Paskibraka terpilih:
1. Provinsi Aceh
Putra: Muhammad Hibban Annafis
Putri: Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang
2. Provinsi Sumatera Utara
Putra: Gussa Oliver Nainggolan
Putri: Felesia Rismaito Munthe
3. Provinsi Sumatera Barat
Putra: Ahmad Alfatih
Putri: Ulya Kireina Halim
4. Provinsi Riau
Putra: Rizqy Aditya Siregar
Putri: Arifa Rahma Maulydha
5. Provinsi Jambi
Putra: Achmad Fachri Mubarok
Putri: Rizkia Putri
6. Provinsi Sumatera Selatan
Putra: Muhammad Ikhsan Nugroho
Putri: Khalyana Zahira Sandi
7. Provinsi Bengkulu
Putra: M. Aryo Wira Zandhyka. Y
Putri: Nadine Permata Vanza
8. Provinsi Lampung
Putra: Naufal Ghaly Oktora
Putri: Chika Azahra Salsabilla
9. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Putra: Muhammad Furqoen Nul Hakim
Putri: Fira Haniyah
10. Provinsi Kepulauan Riau
Putra: Muhammad Salman Farisi
Putri: Raudah Mabrura
11. Provinsi DKI Jakarta
Putra: Muazzam Saqif Hasani Siregar
Putri: Latiesha Firenzie Bharata
12. Provinsi Jawa Barat
Putra: Baruno Wicaksono
Putri: Aisha Calista Permata
13. Provinsi Jawa Tengah
Putra: Hilmi Tisna Yuwanda
Putri: Qothrunnada Azzahra Husna
14. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Putra: Ahmad Raditya
Putri: Anggita Ayu Mahanani Hanifah
15. Provinsi Jawa Timur
Putra: Reihan Nifan Arkana
Putri: Angelica Theona Putri
16. Provinsi Banten
Putra: Chaysar Purnama Putra
Putri: Adzra Khairy Fadian
17. Provinsi Bali
Putra: I Made Dwi Sathya Kurniawan
Putri: Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani
18. Provinsi Nusa Tenggara Barat
Putra: Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana
Putri: Belvana Rolanda Vindia Kurniawan
19. Provinsi Nusa Tenggara Timur
Putra: Atanasius Meyllano Frans Yogar
Putri: Eighteen Jeanette Hekboy
20. Provinsi Kalimantan Barat
Putra: Mirza Rafi Navazani
Putri: Celine Olivia Apriani Theo
21. Provinsi Kalimantan Tengah
Putra: Muhammad Azham Alfarizqi
Putri: Ajeng Bunga Safitri
22. Provinsi Kalimantan Selatan
Putra: I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti
Putri: Siti Nur Adlina
23. Provinsi Kalimantan Timur
Putra: Gus Luthfy Azka Nararya
Putri: Julita Rista Lestari
24. Provinsi Kalimantan Utara
Putra: Muhammad Zainal Ihsan
Putri: Desy Natalia
25. Provinsi Sulawesi Utara
Putra: Gabriel Gilbert Miller Kamasi
Putri: Faith Louisa Tabita Maengkom
26. Provinsi Sulawesi Tengah
Putra: Fahriansyah Rihama
Putri: Chintya Graciella Rorong
27. Provinsi Sulawesi Selatan
Putra: Juan Pablo
Putri: Taswina Putri
28. Provinsi Sulawesi Tenggara
Putra: Laode Reyhan Putra Satria Korwa
Putri: Waode Bintang Adisya
29. Provinsi Gorontalo
Putra: Muhammad Azka Gaib
Putri: Khasyifa Anindi Sudarmanto
30. Provinsi Sulawesi Barat
Putra: M. Deni Fikri
Putri: Ismi Ulfaida
31. Provinsi Maluku
Putra: Louise Adriano Hutasoit
Putri: Cinzia Christovani Marantika
32. Provinsi Maluku Utara
Putra: Haikal Khadafi H. Laode
Putri: Mardhatilla A. Putri
33. Provinsi Papua
Putra: Johanes Matius Paulus Rumsayor
Putri: Neeltje Deliana Insjowi Werimon
34. Provinsi Papua Barat Daya
Putra: Pieter Felix Paskah Yapen
Putri: Vila Delvia Nauri
35. Provinsi Papua Barat
Putra: Marco Marcel Kurei
Putri: Hasna Iriani Rumbiak
36. Provinsi Papua Selatan
Putra: Vinsensius Renaldi Oey Yolmen
Putri: Kristina Ndiken
37. Provinsi Papua Tengah
Putra: Christopher Leon Bringga Tabuni
Putri: Gladys Manuella Aibekob
38. Provinsi Papua Pegunungan
Putra: Michael Marchel Winka Fakdawer
Putri: Julia Maharani Dabi
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






























