tirto.id - Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Mohammad Bakhrul Fikri mengungkapkan, rata-rata pencari kerja berumur 19-29 tahun (Gen Z) membutuhkan biaya Rp39,8 juta sebelum akhirnya diterima pada instansi atau perusahaan tertentu.
Menurut Fikri, angka tersebut didasarkan pada asumsi rerata upah pekerja di setiap provinsi dalam Survei Angkatan Kerja Nasional pada Agustus 2025 yang diolah lembaganya.
Selain rerata biaya hidup, seorang pencari kerja—termasuk fresh graduate—di Jakarta membutuhkan waktu hingga 8 bulan untuk bisa diterima di pekerjaan tertentu.
"Mereka membutuhkan uang untuk bertahan hidup sampai mereka itu mendapatkan kerja, itu sekitar 39,8 juta rupiah," ucap Fikri dalam konferensi pers, Senin (24/2/2026).
"Angka dasarnya dari perhitungan rata-rata kebutuhan biaya sampai mereka mendapatkan kerja, itu kita asumsikan dari rata-rata upah pekerja di setiap provinsi," lanjut dia.
Fikri menyebutkan, durasi waktu lamanya mendapatkan pekerjaan berbeda-beda di setiap wilayah. Hasil survei, ada jarak antara durasi mencari kerja sejak gen Z lulus dari pendidikan tertinggi.
"Contoh misalkan seperti di Papua Tengah, gitu ya. Itu durasi mencari kerjanya untuk para Gen Z di sana rata-rata itu sekitar 13 bulan, tetapi ternyata kebutuhan biayanya itu melebihi daripada Provinsi Bengkulu, ataupun Sumatera Utara, ataupun Sulawesi Tenggara," urainya.
Fikri melanjutkan, serupa dengan Papua Tengah, gen Z di Jawa Barat juga rata-rata perlu 13 bulan untuk mencari kerja setelah mereka menjadi fresh graduate. Sementara itu, durasi mencari kerja gen Z di DKI Jakarta serupa dengan gen Z di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Intinya adalah ketimpangan struktur regional,ketimpangan struktural pekerja di sektor regional, gitu ya,atau di regional masih sangat tinggi," tandasnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































