tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, pada Maret 2026 luas panen padi hanya mencapai 1,61 juta hektare, turun 3,16 persen dibandingkan periode Maret 2025 yang masih seluas 1,61 juta hektare.
Selain itu, potensi luas panen padi tiga bulan setelahnya atau periode April-Juni 2026 juga diperkirakan hanya mencapai 3,16 juta hektare atau merosot sebesar 7,64 persen dibandingkan periode April-Juni 2025.
Meski begitu, Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan angka potensi tersebut masih dapat berubah tergantung kondisi penanaman pada pada April-Juli 2026.
“Dengan demikian, luas panen padi sepanjang Januari-Juni tahun 2026 diperkirakan mencapai 6,27 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,01 juta hektare atau naik 0,22 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025,” ungkapnya dalam konferensi pers, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Sejalan dengan prediksi luas panen tersebut, produksi padi khususnya dalam bentuk gabah kering giling (GKG) periode Maret 2026 diperkirakan mencapai 8,75 juta ton, turun sebesar 3,69 persen dibandingkan periode Maret 2025 yang masih sebesar 9,08 juta ton. Sedangkan, untuk produksi padi periode April-Juni 2026 diproyeksikan akan mencapai 16,68 juta ton atau turun hingga 8,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dengan demikian, produksi padi periode Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 33,52 juta ton GKG atau mengalami kenaikan 0,09 juta ton GKG atau 0,26 persen jika dibandingkan periode yang sama 2025,” tambah Ateng.
Seiring dengan penurunan produksi padi, produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat Maret 2026 diperkirakan turun hingga 3,67 persen menjadi 5,04 juta ton. Sementara itu, produksi beras untuk konsumsi masyarakat periode April-Juni 2026 diperkirakan mencapai 9,61 juta ton, turun 0,87 juta ton atau 8,30 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Produksi beras sepanjang Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 19,31 juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 0,05 juta ton atau naik 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” tutup Ateng.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































