Menuju konten utama

Pelamar Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai 639.732 Orang

Jumlah peserta calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan yang lolos menjadi 483.648 orang dan akan melanjut ke tes tahap selanjutnya.

Pelamar Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai 639.732 Orang
Petani melintas di depan kantor sementara Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Selorejo, Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (28/4/2026). Dinas Koperasi dan Usaha Mikro setempat mencatat dari target 390 unit KDMP, sebanyak 79 gedung telah selesai dibangun sementara 237 gedung lainnya dikebut pengerjaannya guna mempercepat penguatan ekonomi desa melalui unit usaha sembako, logistik, hingga gudang pendingin. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Antusiasme masyarakat terhadap rekrutmen Manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih (KDKMP) dan pegawai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) melampaui ekspektasi pemerintah. Hingga batas penutupan pendaftaran pada 25 April 2026, total pelamar tercatat mencapai 639.732 orang.

Jumlah tersebut jauh melebihi formasi yang disediakan pemerintah sebanyak 35.476 posisi. Rinciannya, 30.000 formasi untuk manajer KDKMP dan 5.476 formasi untuk koperasi kampung nelayan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa tingginya angka pelamar menunjukkan animo publik yang luar biasa terhadap program ini.

"Selama proses pendaftaran, animo masyarakat sangat tinggi melampaui ekspektasi kami. Hingga penutupan pada 25 April 2026 telah terdata jumlah pelamar sebanyak 639.732 orang," ujar Zulkifli dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Dari total pelamar tersebut, sebanyak 487.819 orang telah menyampaikan kelengkapan administrasi. Setelah melalui verifikasi, jumlah pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi adalah 483.648 orang.

Saat ini, proses seleksi telah memasuki tahap tes kompetensi yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2026. Pemerintah menyiapkan 72 titik lokasi di seluruh Indonesia untuk pelaksanaan tes yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

"Para pelamar diberikan kemudahan untuk memilih titik lokasi yang terdekat dengan domisili masing-masing. Jadi ini ada 72 titik," jelas Zulhas.

Ia menekankan bahwa sistem CAT yang digunakan telah teruji dan tidak perlu diragukan lagi kredibilitasnya. Sistem yang sama, kata dia, juga digunakan dalam seleksi aparatur sipil negara (ASN).

"Ini kan PNS semua pakai ini ya? Jadi ini sudah terbukti saudara-saudara. Calon PNS semua pakai ini, pakai CAT ya. Jadi tidak perlu diragukan karena semua ASN pun pakai sistem ini," ucapnya.

Baca juga artikel terkait KOPERASI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto