Menuju konten utama

BPBD: 17 Orang Tewas akibat Banjir Bandang di Pulau Siau Sulut

Sebanyak 693 jiwa di Pulau Siau mengungsi ke sejumlah tempat usai banjir bandang.

BPBD: 17 Orang Tewas akibat Banjir Bandang di Pulau Siau Sulut
Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban hilang setelah terjadi banjir bandang di Kampung Laghaeng di Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. foto/ANTARAFOTO
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, melaporkan data sementara, sebanyak 16 orang meninggal dunia usai banjir bandang yang menerjang beberapa desa/kampung di Pulau Siau pada Senin (5/1/2026) dini hari.

"Penanganan darurat yang sudah dan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat, yaitu mencari, menyelamatkan, dan mengevakuasi korban serta membuka akses jalan," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran, di Manado, Rabu (7/1/2026) dikutip dari Antara.

Dalam laporan situasi terkini pada Selasa (6/1/2026) pascabanjir bandang pada 5 Januari 2026, warga yang meninggal dunia yaitu Alvin Anise (laki-laki/23 tahun) warga Desa Biau; Priskila Saol (perempuan/73 tahun) warga Desa Batusenggo; Hermina Maningide (perempuan/76 tahun) warga Desa Laghaeng; dan Rafles Kobis (laki-laki/74 tahun) warga Desa Laghaeng.

Warga Desa Bahu yang dilaporkan meninggal yaitu Santi Diamanis (perempuan/35 tahun); Joan Bangsa (laki-laki/20 tahun); El Kamanangan (laki-laki/empat tahun), Yanjte Tamaronggehe (laki-laki/50 tahun); dan Fardelin Tamalonggehe (perempuan/93 tahun).

Selain itu Frolensi Bawole (perempuan/74 tahun); Kairi Kansil (laki-laki/dua bulan); Jenita Maruf (perempuan/45 tahun); Swingly Dalending (laki-laki/47 tahun), serta Rahmon Bangsa (laki-laki/49 tahun). Selanjutnya Alexius Olongsongke (laki-laki/41 tahun); dan Sylvia Pamondolang (perempuan/36 tahun), keduanya warga Desa Peling.

Korban terbaru yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan adalah atas nama Claiton Tatambihe (3 tahun), warga Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro).

"Korban ditemukan di rumahnya," kata Humas Basarnas Sulawesi Utara (Sulut), Nuriadin Gumeleng, di Manado, Rabu, dikutip dari Antara.

Nuriadin bilang, Claiton Tatambihe ditemukan sekitar pukul 13.34 WITA. Tim SAR gabungan kini masih mencari dua korban hilang lainnya atas nama Adris Pianaung dan Leon Pianaung, keduanya merupakan warga Kampung Bahu.

Proses pencarian dan evakuasi, kata dia, ikut dibantu aparat TNI-Polri, pihak terkait lainnya, serta masyarakat.

693 Jiwa Mengungsi Pascabanjir di Pulau Siau

Banjir Bandang Lumpur Pulau Siau

Sebanyak 683 warga kampung/desa di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) masih mengungsi di sejumlah tempat setelah banjir bandang menghantam wilayah tersebut pada Senin (5/1). Tampak warga yang menempati salah satu tempat pengungsian. ANTARA/Stenly Gaghunting

Sebanyak 693 warga sejumlah kampung/desa di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut), masih mengungsi di sejumlah tempat setelah banjir bandang menghantam wilayah tersebut pada Senin (5/1/2026).

"Posko pengungsian saat ini berlokasi di Museum Sitaro di Kelurahan Tarorane, Gereja GMIST Bethabara Paseng di Kelurahan Paseng, Kantor Lurah Bahu, dan Gereja Advent Bahu," kata Kepala Bidang Kedaruratan badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran, di Manado, Rabu dikutip dari Antara.

Dalam laporan situasi terkini pada Selasa (6/1/2026), lanjut dia, pascabanjir bandang pada 5 Januari 2026 warga Kampung Bahu yang mengungsi sebanyak 261 orang, Kampung Paseng sebanyak 116 orang, dan Kampung Bumbiha sebanyak 93 orang.

Selanjutnya warga Kampung Peling yang mengungsi sebanyak 63 orang, Kampung Laghaeng sebanyak 67 orang, dan warga Batusenggo mengungsi sebanyak 93 orang.

"Warga ada juga yang mengungsi ke rumah-rumah keluarga," kata Sonny Belseran.

Sonny mengatakan tim kesehatan sudah bertugas di posko pengungsian Museum Sitaro dan Gereja GMIST Bethabara Paseng.

Sementara itu ada juga tim kesehatan yang bergerak ke lokasi bencana yang sulit dijangkau dengan kendaraan, yaitu di Kampung Bumbiha, Peling, Langhaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.

Dia menambahkan obat-obatan sudah disalurkan dari gudang farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sitaro dan sudah diterima obat dan logistik bantuan dari Dinkes Sulawesi Utara.

"Bantuan obat-obatan dan lainnya sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan pengobatan di lokasi bencana atau posko pengungsian," ucap Sonny.

Dalam laporan situasi terkini Selasa (6/1/2026) pascabanjir bandang pada 5 Januari 2026 disebutkan jumlah korban meninggal sebanyak 17 orang dan dua orang hilang.

Banjir Bandang Lumpur Pulau Siau

Warga melihat kondisi rumah yang tertimbun material lumpur dan bebatuan setelah terjadi banjir bandang di sejumlah kampung/desa di Pulau Siau pada Senin (5/1) dini hari. ANTARA/Stenly Gaghunting

Sebelumnya, pada Senin (5/1/2026) pukul 02.45 WITA beberapa kampung/desa di Pulau Siau diterjang banjir bandang akibat hujan dengan intensitas lebat selama kurang lebih lima jam tanpa henti.

Banjir bandang juga menyebabkan korban luka-luka, serta rumah rusak dan hilang. Adapun permukiman terdampak bencana antara lain di Kelurahan Bahu, Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, Kampung Salili.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sitaro, TNI, Polri, Basarnas, para pihak terkait, masyarakat bahu-membahu, dan memulihkan daerah permukiman warga yang terdampak banjir bandang tersebut.

Baca juga artikel terkait KORBAN BANJIR BANDANG

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah