Menuju konten utama

Ibu Hamil di Pasaman Barat Sumbar Terjang Banjir Buat Melahirkan

Yulia dan janinnya saat ini dalam keadaan sehat sambil menunggu jadwal operasi melahirkan.

Ibu Hamil di Pasaman Barat Sumbar Terjang Banjir Buat Melahirkan
Seorang ibu hamil Yulia Novianti (39) saat dievakuasi menggunakan sampan nelayan di Nagari Katiagan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat karena daerah itu sedang dilanda banjir, Jumat (28/11/2025). ANTARA/HO-Wali Nagari Katiagan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Seorang ibu hamil Yulia Novianti (39) yang akan melahirkan terpaksa dievakuasi menggunakan sampan nelayan dengan menerjang luapan banjir di Jorong Katiagan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025).

"Alhamdulillah dengan dibantu warga Yulia berhasil dievakuasi. Hal ini terpaksa dilakukan karena jalur darat tidak bisa dilalui kendaraan karena genangan air masih sangat tinggi," kata Wali Nagari (Desa) Katiagan Kecamatan Kinali, Endang Putra, dikutip dari Antara.

Endang Putra mengatakan, Yulia dibawa dari Jorong Katiagan menaiki sampan menuju daratan di Muaro Binguang dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Sesampai di Muaro Binguang, Endang Putra kemudian meminta bantuan pimpinan perusahaan kelapa sawit agar Yulia dibawa pakai alat jonder ke posko kesehatan Puskesmas IV Koto Kinali.

"Alhamdulillah pasien sampai di puskesmas dan dilakukan tindakan sementara, lalu langsung dipindahkan ke ambulans untuk dibawa ke klinik bersalin di Simpang Empat," katanya.

Informasi terakhir, katanya, kondisi pasien dan janinnya saat ini dalam keadaan sehat sambil menunggu jadwal operasi melahirkan.

Menurut dia warga Katiagan saat ini terjebak banjir dan kesulitan pergi ke daratan karena air masih tinggi. Dari data sementara masyarakat yang terdampak sebanyak 1.200 kepala keluarga dengan kondisi seluruh rumah masyarakat tergenang air dan 10 rumah di antaranya ambruk.

"Masyarakat saat ini hanya menunggu air surut karena akses terputus dan berharap bantuan sembako datang," Endang Putra.

Bantuan Logistik Mulai Masuk ke Nagari Malalak

Korban banjir Bandang Agam

Warga memuat logistik untuk disalurkan kepada korban banjir badang di Kabupaten Agam, Jumat (28/11/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Sejumlah bantuan logistik dari para perantau Minangkabau dan anggota DPR RI mulai masuk ke Jorong (Dusun) Toboh, Nagari (Desa) Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah tiga hari terdampak banjir bandang.

"Hari ini bantuan logistik, terutama dari perantau Minang dan anggota dewan, sudah masuk sore ini," kata Kepala Jorong Toboh Hasbi di Kabupaten Agam, Jumat.

Hasbi mengatakan bantuan yang datang berupa beras, air mineral, mi, telur, popok bayi, hingga perlengkapan perempuan. Sementara untuk obat-obatan ia belum bisa memastikan karena masih dalam proses pemindahan dari mobil ke posko darurat bencana.

Untuk bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, ia belum mengetahui pasti karena pada saat bersamaan masyarakat dan petugas juga fokus pada pencarian korban hilang, memandikan jenazah, hingga pemakaman.

Menurut dia, di dusun tersebut setidaknya 101 rumah terdampak langsung bencana banjir bandang. Dalam satu rumah terdapat setidaknya empat anggota keluarga. Para penyintas juga masih membutuhkan obat-obatan dan penanganan medis.

Ia mengatakan bantuan logistik, termasuk obat-obatan, sulit masuk ke wilayah tersebut hingga hari ketiga karena terdapat beberapa titik longsor yang menghambat mobilitas, termasuk jembatan yang putus akibat dihantam banjir.

Terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, mengatakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Bandara Internasional Minangkabau yang selanjutnya didistribusikan ke masing-masing daerah terdampak bencana.

"Alhamdulillah, bantuan sudah tiba. Ini bantuan Bapak Presiden langsung dari beliau dan akan segera didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak," kata Wagub Vasko Ruseimy.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah