Menuju konten utama

BNPB Masih Diskusi soal Darurat Bencana Nasional di Sumatra

Menurut Suharyanto untuk menetapkan status darurat bencana nasional, perlu dilihat skala korban dan juga kesulitan akses menuju titik bencana.

BNPB Masih Diskusi soal Darurat Bencana Nasional di Sumatra
Warga melintas di area bekas banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). Banjir bandang yang terjadi pada Selasa (25/11/2025) di daerah tersebut mengakibatkan 32 orang meninggal dan sejumlah rumah warga rusak, jalan berlumpur, kendaraan rusak dan berdampak kepada 250 kepala keluarga. ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum memutuskan untuk menetapkan status darurat bencana nasional, menyusul banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan diskusi terkait penerapan status darurat bencana nasional. Sebab, saat ini status tanggap darurat bencana masih sebatas diterapkan di level provinsi, di bawah kendali pemerintah daerah masing-masing.

“Ya, ini [penerapan status darurat bencana nasional] masih dalam diskusi ya. Kita tidak perlu diskusi panjang lebar ya,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers BNPB yang digelar pada Jumat (28/11/2025) kemarin.

Ia mencontohkan, status darurat bencana nasional pernah diterapkan di Indonesia pada saat terjadi pandemi COVID-19, dan juga tsunami Aceh 2004.

Sedangkan bencana-bencana lainnya yang terjadi di Indonesia, seperti gempa di Palu, NTB, sampai Cianjur, statusnya tidak sampai meningkat menjadi darurat bencana nasional.

Menurutnya, untuk menetapkan status darurat bencana nasional, perlu dilihat skala korban dan juga kesulitan akses menuju titik bencana. Sedangkan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera, disebut Suharyanto, relatif sudah mulai bisa teratasi.

“Di Sumatra Utara yang kemarin kelihatannya mencekam, kan sekarang yang menjadi hal yang sangat serius tinggal Tapanuli Tengah gitu. Yang lain kan relatif masyarakatnya kita lihatlah ya,” ucapnya.

“[Sehingga] sekarang statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi, ya,” sambungnya.

Oleh karena status darurat bencana masih berada pada tingkatan provinsi, maka pemerintah pusat disebutnya masih sebatas mengerahkan bantuan lewat BNPB, TNI, Polri, hingga kementerian/lembaga terkait.

Suharyanto menambahkan, Presiden Prabowo Subianto pun turut mengirimkan bantuan secara langsung terhadap para korban bencana alam yang berada di sejumlah wilayah Sumatera itu.

“Pemerintah pusat lewat BNPB, TNI, Polri, dan kementerian lembaga terkait men-support sekuat tenaga dan semaksimal mungkin. Buktinya bahwa Presiden sendiri membantu besar-besaran, kemudian TNI, Polri mengerahkan alutsista besar-besaran. Kami pun mengerahkan segala kekuatan ke sini gitu,” pungkasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Prabowo, yang masih belum menentukan status darurat bencana nasional atas bencana.

Prabowo mengaku akan menentukannya setelah melihat kondisi di lapangan.

"Nanti kami menilai kondisinya," ucapnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Prabowo memastikan akan terus memantau perkembangan bencana di Sumatra. Di satu sisi, mantan Menteri Pertahanan RI ini menyatakan pemerintah bakal terus mengirimkan bantuan untuk korban bencana di Sumatra.

"Nanti kami monitor terus dan kirim bantuan terus. Bantuannya akan kami kirim terus menerus," tutur Prabowo.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto