tirto.id - Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution, menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan menyusul kejadian banjir, tanah longsor, dan gempa bumi di wilayah Sumut.
Status ini dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/836/KPTS/2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari terhitung pada 27 November hingga 10 Desember 2025.
"Hal ini dilakukan karena melihat sebagian besar wilayah di Sumut mengalami banjir dan longsor," ucap Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumut, Erwin Hotmansah Harahap di Medan, Jumat (29/11/2025) dilansir dari Antara.
Erwin menjelaskan surat keputusan (SK) ini menugaskan instansi/perangkat daerah terkait segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan menangani banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumut di Medan, Sumut, Kamis (27/11), menyatakan, 13 kabupaten/kota di Sumatra Utara mengalami bencana alam, di antaranya Langkat, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Mandailing Natal.
Kemudian, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Binjai, Medan, dan Deli Serdang.
"Melalui SK Gubernur ini diharapkan seluruh instansi/perangkat daerah mengambil langkah yang dibutuhkan untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi," katanya.
"Mengurangi dampaknya, menolong saudara-saudara kita yang terdampak, dan juga mencegah bertambahnya korban jiwa," tutur Erwin.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan sebanyak 116 korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah kawasan di Sumatra Utara (Sumut) hingga Jumat (28/11/2025) sore.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memerinci jumlah korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni sebanyak 47 jiwa.
“Kami mendata untuk seluruh Provinsi Sumatra Utara korban meninggal dunia ada 116 jiwa,” kata Suharyanto dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat sore.
“Rinciannya, Tapanuli Utara meninggal 11. Tapanuli Tengah meninggal 47, Tapanuli Selatan 32 meninggal dunia,” lanjutnya.
Ia melanjutkan, korban jiwa di Kota Sibolga berjumlah 17 orang, Kabupaten Humbang Hasundutan 6 orang, Kabupaten Padang Sidempuan 1 orang, dan Kabupaten Pakpak Bharar 2 orang.
Sedangkan untuk Kabupaten Mandailing Natal, Suharyanto menyebut, saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa di sana.
“Sementara untuk Mandailing Natal, data kami sampai sekarang tidak dilaporkan ada yang meninggal,” tutur Suharyanto.
Masuk tirto.id

































