Menuju konten utama

Jawaban Prabowo soal Status Darurat Bencana Nasional di Sumatra

Prabowo memastikan akan terus memantau perkembangan bencana di Sumatra dan mengirimkan bantuan ke daerah terdampak.

Jawaban Prabowo soal Status Darurat Bencana Nasional di Sumatra
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Upacara Hari Guru. youtube/Setpres

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku belum menentukan status darurat bencana nasional atas bencana yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatra. Prabowo mengaku akan menentukannya setelah melihat kondisi di lapangan.

"Nanti kami menilai kondisinya," ucapnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Prabowo memastikan akan terus memantau perkembangan bencana di Sumatra. Di satu sisi, mantan Menteri Pertahanan RI ini menyatakan pemerintah bakal terus mengirimkan bantuan untuk korban bencana di Sumatra.

"Nanti kami monitor terus dan kirim bantuan terus. Bantuannya akan kami kirim terus menerus," tutur Prabowo.

Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat perkembangan terbaru terkait bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Hingga Jumat sore, total korban meninggal dunia di Aceh tercatat mencapai 35 orang sementara 25 orang masih hilang dan 8 orang luka-luka.

“Sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia, 25 hilang, dan 8 luka-luka,” ucap Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (28/11/2025) sore.

Suharyanto merincikan jumlah korban bencana di beberapa wilayah di Aceh. Untuk Kabupaten Bener Meriah, ada 11 korban meninggal dan 13 korban hilang. Kabupaten Aceh Tenggara ada 6 korban meninggal, 7 hilang, dan 5 luka-luka. Ia menyebut pendataan korban di sejumlah wilayah lainnya masih berlangsung karena akses ke beberapa kabupaten/kota belum dapat ditembus.

“Kami datang dari utara, dari Lhokseumawe maupun dari Banda Aceh, ini masih belum bisa tembus sampai seluruh kabupaten/kota di wilayah Aceh, Provinsi Aceh,” jelasnya.

Sementara itu, BNPB mengumumkan ada 4.846 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat banjir dan longsor yang meluas hampir di seluruh Aceh. Situasi infrastruktur juga dilaporkan masih kritis. Sejumlah jalur nasional dan provinsi terputus akibat longsor dan kerusakan parah.

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher