tirto.id - Helikopter Caracal H-225M milik TNI Angkatan Udara (AU) dengan nomor registrasi H-2215 mendistribusikan bantuan ke wilayah Sibolga, Sumatra Utara, pada Jumat (28/11/2025).
Helikopter yang dipiloti oleh Kapten Pnb Anterio bersama Letda Pnb Kevin itu berhasil mengangkut 2.200 kilogram logistik dalam dua penerbangan menuju sejumlah titik terdampak.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menegaskan komitmen TNI AU untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatra.
“Helikopter TNI AU akan terus kami operasikan untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau. Prioritas kami adalah memastikan bantuan tiba secepat mungkin kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nyoman dalam keterangan resminya, dikutip Tirto pada Sabtu (29/11/2025).
Adapun bantuan yang dikirim oleh TNI AU meliputi sembako, air minum, sarden, gula, mie instan, minyak goreng, serta perlengkapan khusus seperti popok dan pembalut. Pendistribusian bantuan-bantuan itu dilakukan di Bandara FL. Tobing Sibolga dan Lapangan Matauli Sibolga.
Untuk mempercepat penyaluran bantuan ke daerah yang tidak dapat dijangkau pesawat angkut, TNI AU juga menyiagakan tiga helikopter Caracal di Lanud Roesmin Nurjadin.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan sebanyak 116 korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah kawasan di Sumatra Utara (Sumut) hingga Jumat (28/11/2025) sore.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memerinci jumlah korban jiwa terbanyak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni sebanyak 47 jiwa.
“Kami mendata untuk seluruh Provinsi Sumatra Utara korban meninggal dunia ada 116 jiwa,” kata Suharyanto dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat sore.
“Rinciannya, Tapanuli Utara meninggal 11. Tapanuli Tengah meninggal 47, Tapanuli Selatan 32 meninggal dunia,” lanjutnya.
Ia melanjutkan, korban jiwa di Kota Sibolga berjumlah 17 orang, Kabupaten Humbang Hasundutan 6 orang, Kabupaten Padang Sidempuan 1 orang, dan Kabupaten Pakpak Bharar 2 orang.
Sedangkan untuk Kabupaten Mandailing Natal, Suharyanto menyebut, saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa di sana.
“Sementara untuk Mandailing Natal, data kami sampai sekarang tidak dilaporkan ada yang meninggal,” tutur Suharyanto.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id




























