Menuju konten utama

BNPB Klarifikasi Video Viral Bertugas di Tempat Makan

Berton berharap masyarakat tidak mendapatkan informasi keliru karena potongan video yang tersebar di media sosial.

BNPB Klarifikasi Video Viral Bertugas di Tempat Makan
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026). RSUD Aeramo mengoperasikan rumah sakit lapangan setelah bangunan utama mengalami kerusakan berat di sejumlah titik akibat gempa pada 15 Agustus 2026 serta sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/app/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, mengklarifikasi video yang memperlihatkan dirinya tengah berada di tempat makan di sekitar Bandara Labuan Bajo saat penanganan gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam video yang beredar, Berton tampak berada di sudut ruangan sambil melakukan wawancara kepada salah satu televisi swasta nasional mengenai perkembangan penanganan gempa NTT.

Video itu kemudian memicu spekulasi di kalangan warganet yang mempertanyakan keberadaan Berton karena dinilai tidak berada di lokasi gempa.

Berton menjelaskan wawancara itu dilakukan pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 20.00 waktu NTT di sebuah rumah makan dekat Bandara Labuan Bajo. Berton mengatakan saat itu dirinya sedang menjalankan tugas komunikasi publik dengan memberikan wawancara.

“Kami memahami adanya video yang beredar dan persepsi yang kemudian muncul di media sosial. Namun, perlu kami luruskan konteksnya,” kata Berton kepada Tirto, Rabu (26/8/2026).

Berton menjelaskan saat video tersebut direkam, dirinya sedang memberikan informasi secara langsung dan menjalankan tugas komunikasi publik.

“Pada saat video tersebut dilakukan, saya sedang menjalankan tugas komunikasi publik, yaitu memberikan wawancara secara langsung kepada salah satu televisi swasta nasional mengenai perkembangan penanganan gempa NTT. Kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari, di luar jam kerja kantor,” ujarnya.

Berton membenarkan lokasi yang terlihat dalam video merupakan tempat makan. Namun, lokasi tersebut berada di sekitar Bandara Labuan Bajo yang menjadi salah satu simpul penting dalam operasi penanganan bencana.

“Lokasi yang terlihat dalam video memang merupakan tempat makan, tetapi lokasinya berada di sekitar Bandara Labuan Bajo. Kita perlu melihat konteks lokasi tersebut,” kata Berton.

Dia menjelaskan Labuan Bajo saat itu tidak hanya menjadi tempat persinggahan. Wilayah tersebut juga menjadi salah satu titik dalam operasi penanganan bencana.

“Labuan Bajo pada saat itu bukan sekadar tempat persinggahan, tetapi merupakan salah satu simpul penting operasi BNPB, termasuk penerimaan dan distribusi logistik untuk wilayah Flores bagian barat,” ujarnya.

Berton menilai keberadaan pejabat tersebut di tempat makan tidak dapat langsung dimaknai bahwa sedang tidak bekerja.

“Jadi, keberadaan seseorang di tempat tersebut tidak dapat langsung diartikan bahwa yang bersangkutan sedang tidak bekerja atau tidak berada dalam rangkaian operasi penanganan bencana,” kata Berton.

Menurut Berton, penanganan bencana tidak berhenti pada jam kerja kantor. Koordinasi, komunikasi publik, pemantauan data, dan pengambilan keputusan tetap berlangsung selama masa darurat bencana.

Berton juga menjelaskan adanya perbedaan fungsi antara personel yang bertugas langsung di lapangan dan pejabat yang menjalankan fungsi koordinasi dan komunikasi.

“Kami juga perlu membedakan antara personel yang memiliki tugas lapangan secara langsung dengan pejabat yang menjalankan fungsi koordinasi dan komunikasi. Keduanya merupakan bagian dari satu sistem penanganan bencana,” kata Berton.

Berton berharap masyarakat tidak mendapatkan informasi keliru karena potongan video yang tersebar di media sosial.

“Yang paling penting, pada saat itu sedang menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai penanganan gempa NTT. Kami tidak ingin masyarakat mendapatkan informasi yang keliru hanya karena melihat potongan video tanpa konteks,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait BNPB atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Fadrik Aziz Firdausi