Menuju konten utama

Korban Meninggal Imbas Gempa NTT Bertambah Jadi 100 Orang

BNPB merinci korban luka mencapai 1.603 orang, sedangkan pengungsi tercatat 80.327 orang. 

Korban Meninggal Imbas Gempa NTT Bertambah Jadi 100 Orang
Petugas Medis dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memeriksa korban gempa di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026). Tim Respon MDMC membawa kebutuhan logistik medis dan non-medis untuk memberikan layanan kesehatan bagi para korban bencana gempa bumi di NTT. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan data terkini atas bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu. Hingga kini, jumlah korban dinyatakan terus bertambah karena penanganan yang dilakukan secara menyeluruh.

"Yang semula di hari pertama, hari kedua ada 48 yang meninggal dunia. Angka per hari ini menjadi 100 yang meninggal dunia," ujar Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto, dalam konferensi pers secara daring, Senin (24/8/2026).

Suharyanto merinci bahwa korban luka mencapai 1.603 orang, sedangkan pengungsi tercatat 80.327 orang.

"Pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai telah dilaksanakan pada 21-23 Agustus di Posko Reo, Waso, dan Wangkung dengan total jangkauan 411 pasien sudah ditangani. Dari Kementerian Kesehatan, sudah mendirikan rumah sakit lapangan dan sudah beroperasi dan memberikan pelayanan kepada pasien, yaitu di Ruteng, Manggarai, dan di Nagekeo," ungkap Suharyanto.

Kemudian, untuk jumlah rumah yang rusak sebanyak 73.818—dengan rincian rusak berat 23.276, rusak sedang 17.563, dan rusak ringan 32.979. Sedangkan, fasilitas umum yang rusak sebanyak 1.915 unit.

Suharyanto juga menjelaskan sembilan jalan nasional yang sebelumnya tidak dapat dilalui karena longsor, kini sudah kembali berfungsi. Dia menyebut delapan ruas bagian jalur Trans Flores, mulai Labuan Bajo-Ende-Maumere, dan satu ruas Ruteng-Reo-Kedindi.

"Kementerian PU menangani 13 titik longsor di ruas Krica-Nitung dan Krica Lidi sehingga akses jalan di Pulau Palue, Kabupaten Sikka kembali terbuka. Enam puluh empat titik longsor telah ditangani. Lima titik patahan badan jalan telah ditangani, sembilan jembatan dan plat duiker masih dapat difungsionalkan," tutur dia.

Suharyanto menyebutkan data terakhir hingga pukul 05.00 pagi waktu setempat, tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat total 6.209 gempa. Dengan catatan gempa susulan terbesar adalah 6,2 magnitudo.

Lebih lanjut, Suharyanto menerangkan memang saat ini masih ditemukan kendala seperti medan dan topografi yang sulit sehingga personel penanganan sulit menjangkau. Masih ada juga warga yang melakukan pengungsian mandiri karena trauma terus terjadinya gempa susulan.

"Kondisi sejumlah ruas jalan yang kurang baik dan belum memadai untuk dilalui kendaraan angkut berkapasitas besar menjadi kendalam dalam mobilisasi logistik dan pendistribusian bantuan, khususnya menuju lokasi terdampak yang berada pada wilayah terpencil," ucap dia.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi